Jokowi Buka Suara soal Pradesain Garuda Istana Negara Karya Nyoman Nuarta

Jokowi Buka Suara soal Pradesain Garuda Istana Negara Karya Nyoman Nuarta
Presiden Jokowi (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, Aceh Bisnis - Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait pradesain burung Garuda Istana Negara di ibu kota baru, Kalimantan Timur. Jokowi berharap Istana Negara nantinya bisa menjadi kebanggaan bangsa.

Pernyataan Jokowi itu disampaikan lewat akun Twitter @jokowi seperti dilihat, Jumat (2/4/2021). Jokowi ingin Istana Negara mencerminkan kemajuan bangsa.

"Salah satu usulan pradesain bangunan ikonik di ibu kota negara yang baru adalah Istana Negara karya Nyoman Nuarta. Saya mengharapkan masukan dari Anda semua tentang pradesain," tulis Jokowi sambil mengunggah video.

"Saya mengharapkan Istana Negara ini jadi kebanggaan bangsa sekaligus mencerminkan kemajuan bangsa," sambung Jokowi.

Jokowi mengharapkan masukan dari semua pihak. Selain itu, Jokowi akan mengundang lagi para ahli terkait pradesain tersebut.

"Dengan masukan-masukan itu nantinya, saya akan mengundang kembali para arsitek dan para ahli lainnya untuk melakukan pengayaan pradesain menjadi basic design Istana Negara," imbuh Jokowi.

Untuk diketahui, desain burung Garuda Istana Negara di ibu kota baru, Kalimantan Timur, ramai diperbincangkan setelah videonya diunggah oleh pematung Nyoman Nuarta lewat akun Instagramnya @nyoman_nuarta, Selasa (30/3/2021). Dia mengatakan desain tersebut merupakan desain terpilih untuk ibu kota negara di Kalimantan Timur.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti membenarkan soal desain burung itu. Namun, kata dia, desain itu masih perlu pengayaan.

"Ide desain untuk Istana. Masih perlu pengayaan desain," kata Diana saat dihubungi, Rabu (31/3).

Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur pun ikut buka suara soal desain burung Garuda Istana Negara. Menurut Abdul, desain burung Garuda tersebut sudah sangat pas.

"Menurut saya, sangat pas. Karena tak ada lambang yang lebih sakral selain lambang Garuda. Apa pun itu. Karena ini adalah identitas bangsa kita. Bangsa yang besar dari dua sayapnya menyatukan Indonesia barat dan Indonesia timur yang berdiri gagah di tengah Indonesia," kata Abdul Gafur, Rabu (31/3).

Sumber:detik.com