Jembatan Perbatasan 2 Gampong di Abdya Terancam Ambruk

Jembatan Perbatasan 2 Gampong di Abdya Terancam Ambruk
Kondisi Jembatan Penghubung Dua Gampong Ujong Tanoh Dan Alue Dama Kecamatan Setia, Abdya mulai turun. Keadaan ini Kalau Tidak Ditanggani Akan Semakin Ambruk. (Foto AcehBisnis/Yusnizar)

Blangpidie, Acehbisnis.com - Jembatan perbatasan dua Gampong yakni Ujong Tanoh dan Gampong Alue Dama Kecamatan Setia Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan terancam ambruk. Hal itu sangat membahayakan bagi warga yang melintasi jembatan tersebut.

Untuk itu, masyarakat setempat mengharapkan pemerintah daerah melalui dinas terkait agar membangun jembatan baru yang terancam ambruk tersebut.

"Jembatan ini sudah lama turun atau rusak, dikarenakan tiang bawah sudah patah akibat kikisan air sungai di kawasan itu,"kata M Ali, warga setempat kepada wartawan Aceh Bisnis, Rabu (8/7/2020).

Dikatakannya, jembatan penghubung dua gampong itu kondisinya sudah turun, sehingga dikhawatirkan akan ambruk total bila sewaktu-waktu adanya banjir besar yang melanda kawasan itu.

"Memang kalau kita lihat kondisi jembatan masih bagus tetapi kalau kita lihat mendetil maka sudah sangat parah. Tiang sudah patah dan sudah turun, kemudian sebagian diantaranya sudah pernah dipasang batang kelapa,"sebut M Ali.

Oleh karena itu, ia yang mewakili masyarakat dua gampong itu sangat berharap kepada Pemkab Abdya melalui Dinas PUPR supaya segera membantu masyarakat dengan membangun baru jembatan itu. Baik melalui anggaran APBK, APBA atau APBN Tahun 2021 atau 2020 mendatang.

"Intinya, tahun depan nanti jembatan itu harus dibangun baru karena manfaatnya sangat berguna bagi masyarakat. Karena kalau jembatan itu ambruk maka masyarakat harus berputar haluan ke arah lain untuk pulang ke rumah di kawasan perbatasan ini,"sebut Ali.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Abdya Ir Moch Tavib kepada Aceh Bisnis Rabu (8/7/2020) mengakui kalau jembatan dimaksud sudah turun dan terancam ambruk.

Menurutnya, masyarakat setempat sudah pernah melakukan pengusulan untuk pembangunan jembatan itu.

"Kalau dengan dana DAK susah kecuali jembatan itu sudah ambruk total. Artinya kalau rehab tidak mungkin juga karena kondisi jembatan terutama dibawah sudah tidak bagus lagi karena sudah patah,"ujar Tavib.

Ia juga menyebutkan, kalau tahun 2021 nanti nampaknya tidak memungkinkan juga karena mengingat kondisi sekarang yang kurang menguntungkan karena pandemi. "Ya walaupun demikian kita akan usahakan supaya ada langkah baik untuk pembangunan jembatan tersebut,"demikian kata Tavib.()