Jalani Operasi Plastik Sejak Remaja, Wanita Jepang Habiskan Biaya Setengah Miliar Rupiah

Jalani Operasi Plastik Sejak Remaja, Wanita Jepang Habiskan Biaya Setengah Miliar Rupiah
Jalani Operasi Plastik Sejak Remaja, Wanita Jepang Habiskan Biaya Setengah Miliar Rupiah. (dok.Twitter @Qpr_7/https://twitter.com/Qpr_7/status/1307872968681291776/Henry)

Jakarta, Aceh Bisnis - Prosedur kecantikan seperti operasi plastik memang bisa membuat seseorang jadi sangat berbeda. Hal itu juga dilakukan seorang wanita asal Jepang. Ia menghebohkan dunia maya, karena mengunggah foto sebelum dan sesudah dirinya menjalani operasi plastik dan terlihat transformasinya sangat drastis.

Wanita bernama Mikishi tersebut mengakui perubahan yang ia lakukan di akun Twitternya @Qpr_7. Menurutnya, ini adalah hasil dari serangkaian operasi plastik yang ia lakukan pada Maret 2020 lalu. Cuitan viral yang mendapat lebih dari 9 ribu likes ini membuat banyak warganet terkejut dan tak percaya.

Tak sedikit yang bertanya, di mana ia melakukan prosedur tersebut karena hasilnya yang cukup memuaskan. "Saya kagum dengan perubahannya yang membuat saya berpikir untuk saya menjalani operas plastik juga," cuit seorang warganet.

Dilansir dari Oddity Central, 28 September 2020, Mikishi menjalani prosedur kosmetik pertama setelah ia lulus SMA dengan melakukan pembentukan kembali wajahnya. Sejak saat itu, ia kembali menjalani operasi plastik beberapa kali lagi. Sampai saat ini, ia sudah menghabiskan biaya 4 juta yen atau sekitar Rp566 juta.

Mikishi tidak menyesal mengeluarkan uang sebanyak itu karena ini adalah hal baik yang mengubah hidupnya, mengembalikan harga dirinya dan membantunya menjalani hidup lebih bahagia. Ejekan dari teman-temannya saat ia duduk di bangku SMA yang mendorongnya menjalani operasi plastik.

Menurut Mikishi, saat itu ia mengatakan pada seorang temannya kalau ia bercita-cita untuk menjadi seorang model. Namun, temannya malah tertawa dan seluruh isi kelas mengetahuinya. Mereka mengatakan, bahwa seharusnya Mikishi sadar diri sebelum bermimpi menjadi seorang model. Kejadian memalukan itulah yang membuatnya terobsesi dengan penampilannya, menganggap dirinya jelek dan menolak untuk berbagi impian, serta aspirasinya dengan siapa pun.

"Saya sangat membenci wajah saya sehingga saya tidak ingin orang melihatnya, jadi saya tidak suka berjalan keluar atau naik kereta. Saya bahkan meminta orangtua saya menjemput saya dari sekolah dengan mobil," kenang perempuan berusia 25 tahun tersebut.

"Saya pikir saya tidak bisa terus hidup seperti itu, dan ketika saya lulus saya bersiap untuk memutuskan hubungan dengan teman-teman saya. Saya bilang kepada ibu saya kalau saya ingin menjalani operasi plastik segera setelah saya lulus," terangnya lagi.

Ibu Mikishi setuju untuk membayar prosedur apa pun diinginkan putrinya, selama dia berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Pada hari pertama setelah lulus SMA, Mikishi menjalani operasi sayatan mata penuh, pembentukan kembali ptosis dan prosedur di sudut luar matanya.

Rela Berhutang demi Harga Diri

Jalani Operasi Plastik Sejak Remaja, Wanita Jepang Habiskan Biaya Setengah Miliar Rupiah. (dok.Twitter @Qpr_7/https://twitter.com/Qpr_7/status/1275469000525312001/Henry)

Namun, pengalaman pertama dengan operasi plastik itu hanya memperburuk keadaan. Dia mulai berpikir tentang apa yang orang lain akan pikirkan ketika melihatnya sehingga memutuskan untuk mengurung diri di rumah. Keluarganya membantunya melewatinya, dan dia mulai bersosialisasi setelah mendapatkan pekerjaan paruh waktu di perkantoran pemerintah.

Mikishi masih belum percaya diri dengan penampilannya sehingga dia beralih ke operasi plastik lagi, melakukan implan dagu, operasi hidung, serta lebih banyak perawatan pada matanya.

Sejauh ini dia sudah menjalani empat operasi plastik besar serta beberapa prosedur pemeliharaan. Mikishi juga meminjam uang untuk membiayai semua operasi plastik yang telah dijalaninya. Dia mengaku lebih suka berhutang daripada menderita karena harga diri yang rendah.

Saat ini, Mikishi mengadvokasi operasi plastik bagi mereka yang benar-benar merasa membutuhkannya. Ia bahkan telah mendirikan perusahaan bernama Popelka Co. Ltd., yang menyediakan layanan konsultasi dan konseling tentang operasi plastik, perkenalan rumah sakit, dukungan biaya dan dukungan juru bahasa untuk prosedur di luar Jepang.

"Kalau Anda ingin menjalani operasi plastik atau tidak menyukai wajah Anda, jangan sampai Anda berbicara dengan orang yang salah," ucap Mikishi.