Jaksa Periksa 11 Saksi Dari Tiga Kasus Korupsi yang Ditangani Kejagung

Jaksa Periksa 11 Saksi Dari Tiga Kasus Korupsi yang Ditangani Kejagung
Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak

Jakarta, Aceh Bisnis - Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa sebelas orang saksi terkait tiga kasus korupsi diantaranya PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), BPJS Ketenagakerjaan serta Proyek Pembangunan Gardu Induk PLN Medan.

"Dari sebelas orang saksi yang diperiksa diantaranya delapan saksi diperiksa terkait korupsi PT Asabri, 2 Saksi BPJS Ketenagakerjaan serta satu saksi  Proyek Pembangunan Gardu Induk PLN Medan," ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Senin (24/5/2021).

Ia mengatakan, delapan saksi yang diperiksa terkait korupsi PT Asabri adalah EB selaku Komisaris PT Ricobana Abadi yang diperiksa terkait nominee untuk transaksi saham dan pengurus di beberapa perusahaan yang terafiliasi dengan tersangka HH, STN selaku Nominee yang diperiksa terkait konfirmasi pengiriman dana kepada salah satu rekening dana nasabah (RDN) yang bertransaksi dalam pengelolaan investasi PT ASABRI dan SKG selaku Direktur PT Lotus Andalan Sekuritas yang diperiksa terkait pendalaman broker PT ASABRI. 

Kemudian, lanjut Leo, RK selaku Direktur Utama PT Ciptadana Asset Management yang diperiksa terkait klarifikasi sita Reksadana, AWK selaku Direktur Operasional PT Indo Premier Sekuritas yang diperiksa terkait klarifikasi sita Reksadana serta RMOY selaku Head of Compliance PT Mandiri Sekuritas yang diperiksa terkait pendalaman broker PT ASABRI. 

"Dua saksi lainnya yakni KM selaku Direktur PT Brothers Graha Pratama yang diperiksa mengenai aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Hotel di Solo yang terkait tersangka BTS dan A selaku Presiden Direktur PT Manulife Asset Manajemen Indonesia yang diperiksa terkait klarifikasi sita Reksadana," ungkapnya.

Kemudian untuk kasus korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Jaksa memeriksa dua saksi yakni WW selaku Sales Wedding Hotel Bidakara dan YA selaku Direktur of Sales Marketing Hotel Bidakara.

"Kedua saksi diperiksa terkait pemesanan gedung Bidakara untuk acara pernikahan pegawai BPJS," kata Kapuspenkum.

Sementara, untuk kasus proyek pembangunan jalur tranmisi gardu induk Kiliranjao-Payakumbuh pada PLN UIP Medan Sumatera Utara, jaksa penyidik memeriksa satu orang saksi yang berinisial ARN selaku Project Manager PT Banda Karya Abadi.

"Saksi ini diperiksa terkait pembangunan tower sutet. Pemeriksaan saksi dalam dua kasus tersebut dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang kasus korupsi yang dimaksud," jelasnya.

"Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19," tambah Kapuspenkum.