Jadwal, Bacaan Niat, dan Hukum Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2020

Jadwal, Bacaan Niat, dan Hukum Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2020
Foto: Getty Images/iStockphoto/RasselOK/Jadwal, Bacaan Niat, dan Hukum Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2020

Jakarta, Aceh Bisnis - Puasa ayyamul bidh adalah salah satu ibadah sunah yang dianjurkan pada pada muslim tiap bulan. Keutamaan puasa ayyamul bidh telah disebutkan Rasulullah SAW dalam hadistnya yang diceritakan Abdullah bin Amr bin Al Ash
صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: "Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR Bukhari).

Rasulullah SAW juga telah menjelaskan cara menjalankan puasa ayyamul bidh, sehingga tidak memberatkan umatnya di kemudian hari. Berikut hadist cara menjalankan puasa ayyamul bidh yang diceritakan pada Abu Dzar

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Artinya: "Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah)." (HR Tirmidzi).

Penanggalan hijriah memiliki mekanisme berbeda dengan sistem kalender masehi yang umum digunakan masyarakat. Kalender hijriah disusun berdasarkan peredaran bulan, sedangkan masehi menggunakan jadwal terbit tenggelam matahari. Artinya, ada sedikit penyesuaian jadwal pelaksanaan puasa ayyamul bidh tiap bulannya pada kalender masehi.

Berikut jadwal, bacaan niat, dan hukum puasa ayyamul bidh Oktober 2020

A. Jadwal puasa ayyamul bidh Oktober 2020

Saat ini, kalender masehi berada di akhir September dan awal Oktober 2020. Sedangkan untuk sistem penanggalan Islam, saat ini berada di bulan Safar 1442 Hijriah. Jadwal puasa ayyamul bidh untuk Oktober 2020 selama tiga hari adalah 13, 14 dan 25 Safar atau 29 September-2 Oktober 2020. Sebelum melakukan puasa ayyamul bidh, pastikan telah berniat hanya untuk Allah SWT dan berharap mendapat hikmah seperti puasa sepanjang tahun.

B. Bacaan niat puasa ayyamul bidh Oktober 2020

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat berpuasa besok pada Ayyamul bidh sunah karena Allah Ta'ala."

C. Hukum puasa ayyamul bidh Oktober 2020

Hukum puasa ayyamul bidh memang sunah, sehingga muslim tidak berdosa jika tak melakukannya. Namun Rasulullah SAW selama hidupnya ternyata rutin melakukan puasa ayyamul bidh, terutama bila tidak sedang bepergian.

Berikut hadist yang menyatakan Rasulullah SAW sangat menjaga pelaksanaan puasa ayyamul bidh tiap bulan

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar." (HR An Nasai).

Rasulullah SAW bahkan menjadikan puasa tiga hari dalam sebulan sebagai salah satu wasiatnya, seperti dijelaskan dalam hadist yang diceritakan Abu Hurrairah

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Artinya: "Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, mengerjakan shalat witir sebelum tidur." (HR Bukhari).

Segala perkataan dan perbuatan yang dilakukan Rasulullah SAW selama hidup menjadi contoh bagi tiap muslim. Termasuk dalam menjalankan puasa ayyamul bidh selama tiga hari setiap bulan sesuai hadistnya.

Sumber:detik.com
Iklan Kelender event 2021 Disbudpar aceh