Ini Tarif Prostitusi Terselubung di Banda Aceh

Ini Tarif Prostitusi Terselubung di Banda Aceh
Foto:AcehBisnis

Banda Aceh - Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh mengungkap jaringan prostitusi terselubung melalui aplikasi Whats'App di Banda AcehÔÇÄ, yang dilakukan mucikari berinisial AI (38), warga asal Simeulue dengan memasang foto perempuan yang dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin mengatakan, kasus ini diungkap berdasarkan informasi yang diperoleh dua bulan lalu bahwa adanya prostitusi terselubung melalui media sosial di kota Banda Aceh.

"ÔÇÄKasus ini diungkap setelah petugas melakukan penyamaran sebagai calon pelanggan dengan memesan perempuan dari mucikari tersebut," ujar mantan Kabid Humas Polda Aceh ini di Mapolresta Banda Aceh, Senin (23/10/2017).

Dijelaskannya, pelaku mematokkan tarif mulai Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta untuk transaksi prostitusi tersebut, sesuai dengan perempuan yang dipesan oleh calon pelanggannya. Menurut pengakuan tersangka, bisnis ini juga sudah dilakukannya sejak dua tahun lalu, yang mana para perempuannya disediakan dari Aceh dan luar Aceh.

"ÔÇÄMucikari tidak bekerja sendiri, ada seorang pelaku lagi yang masih dalam pengejaran yang berinisial N. Tersangka N selaku kurir atau pengantar perempuan yang dipesan oleh calon pelanggan," kata Kombes Pol T Saladin.

Sementara, Kasat Reskrim, AKP M Taufiq mengatakan, dalam bisnis perdagangan manusia tersebut, pelaku N yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) memasang foto perempuan yang dijadikan PSK di akun media sosial, seperti Instagram.

"ÔÇÄAda sejumlah foto perempuan yang dijadikan korban bisnis prostitusi di akun media sosialnya. Jika ada pelanggan berminat, bisa langsung memesan dengan tarif bervariasi," kata Kasat Reskrim.

Saat penangkapan yang dilakukan sebelumnya, polisi juga mengamankan enam perempuan yang dijadikan PSK oleh tersangka AI. Dua orang perempuan diamankan saat AI mengantarkan keduanya ke calon pelanggan di salah satu kamar hotel.

"ÔÇÄSementara, empat perempuan muda lainnya juga diamankan terpisah, setelah dilakukan pengembangan oleh tim di lapangan. Kasus ini masih dalam pengembangan," tambah mantan Kapolsek Kuta Alam dan Kasat Reskrim Polres Langsa ini.

HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh