Ini Makanan yang Bisa Mencegah Virus Corona Masuk ke Tubuh

Ini Makanan yang Bisa Mencegah Virus Corona Masuk ke Tubuh
Sayuran hijau - mogreenjuice.com

Jakarta, Aceh Bisnis – Selain upaya pencegahan melalui protokol kesehatan, hal penting lain yang tak boleh diabaikan oleh masyarakat selama periode pandemi adalah konsumsi makanan yang sehat. Nutrisi dan dehidrasi yang tepat sangat penting.

Orang yang mengonsumsi makanan yang seimbang cenderung lebih sehat dengan sistem kekebalan yang lebih kuat dan risiko penyakit kronis serta penyakit menular yang lebih rendah.

Oleh sebab itu, masyarakat harus makan berbagai makanan segar dan tidak diolah setiap hari untuk mendapatkan vitamin, mineral, serat makanan, protein, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh.

Berikut ini adalah saran nutrisi dari World Health Organization (WHO) bagi orang dewasa selama pandemi Covid-19, seperti dikutip dari laman resminya, Kamis (28/1/2021).

1. Konsumsi makanan segar dan tidak diolah setiap hari

WHO menyarankan untuk makan buah buahan, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian (misalnya millet, oat, gandum beras merah, atau umbi-umbian), serta makanan dari sumber hewan.

Setiap hari dianjurkan makan dua cangkir buah; 2,5 cangkir sayuran; 180 gram biji-bijian; dan 160 gram daging dan kacang-kacangan. Daging merah dapat dimakan 1-2 kali seminggu dan unggas 2-3 kali per minggu.

Untuk camilan atau snack, lembaga kesehatan itu menyarankan untuk memilih sayuran mentah dan buah segar ketimbang makanan yang tinggi gula, lemak, atau garam.

Sementara untuk proses olahan sayuran, disarankan tidak terlalu lama memasak sayuran dan buah karena dapat menyebabkan hilangnya vitamin penting. Saat menggunakan sayur atau buah kalengan, pilih varietas tanpa tambahan garam dan gula.

2. Minum cukup air

Air sangat penting untuk kehidupan, ini mengangkut nutrisi dan senyawa dalam darah, mengatur suhu tubuh, membuang limbah, dan melumasi serta menyangga sendiri. Konsumsi air 8 hingga 10 gelas setiap harinya.

Air putih memang pilihan terbaik, tapi Anda juga bisa mengonsumsi minuman lain, buah dan sayur yang mengandung air misalnya jus lemon tanpa pemanis, atau teh dan kopi. Akan tetapi hindari konsumsi kafein berlebih, begitu juga dengan jus buah manis dan minuman bersoda.

3. Makan lemak dan minyak dalam jumlah sedang

Konsumsi lemak tak jenuh seperti ditemukan ada ikan, alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan lain-lain ketimbang lemak jenuh dari daging berlemak, mentega, krim, keju, ghee, minyak kelapa, dan lemak babi.

Pilih daging putih seperti unggas dan ikan yang umumnya lebih rendah lemak daripada daging merah. Selain itu, hindari juga daging olahan karena tinggi lemak dan garam. Jika memungkinkan pilih versi susu dan produk susu rendah lemak atau rendah lemak.

4. Kurangi konsumsi garam dan gula

Saat memasak dan menyiapkan makanan, batasi jumlah garam dan bumbu natrium tinggi seperti kecap dan kecap ikan. Batasi juga asupan garam harian hingga kurang dari 5 gram atau sekitar 1 sendok teh serta gunakan garam beryodium.

Batasi juga asupan minuman ringan atau soda dan minuman lain yang tinggi gula seperti jus buah, konsentrat, sirup, susu beraroma, dan minuman yogurt. Pilih buah-buahan segar ketimbang camilan manis seperti biskuit, kue, dan coklat.

5. Hindari makan di luar

Makan di rumah untuk mengurangi tingkat kontak dengan orang lain dan menurunkan kemungkinan terpapar Covid-19. Sebaiknya jaga jarak setidaknya 1 meter antara Anda dan siapa pun yang batuk atau bersin.

Hal itu tidak selalu memungkinkan dalam lingkungan sosial yang ramai seperti di restoran dan kafe. Tetesan dari orang yang terinfeksi dapat mendarat di permukaan dan tangan orang, dan dengan banyak cara bisa terkena oleh kita.

6. Konseling dan dukungan psikososial

Meskipun nutrisi dan hidrasi yang tepat dapat meningkatkan kesehatan dan kekebalan, hal ini bukanlah peluru ajaib. Orang yang hidup dengan penyakit kronis yang dicurigai atau dikonfirmasi Covid-19 mungkin memerlukan dukungan kesehatan mental dan diet.

Untuk itu, carilah konseling dan dukungan psikososial dari profesional perawatan kesehatan yang terlatih dan juga konselor awam dan sebaya berbasis komunitas.

Sumber:Bisnis.com