Ini Harga Lelang Tertinggi 59 Unit Mobil Eks Singapura

Ini Harga Lelang Tertinggi 59 Unit Mobil Eks Singapura
59 Unit Jenis Mobil yang Dilelang Bea Cukai Banda Aceh(Foto:Istimewa)

Banda Aceh - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Banda Aceh sebagai pelaksana di lapangan melaksanakan penjualan secara lelang atas Barang yang Menjadi Milik Negara berupa 59 unit kendaraan bukan baru, sesuai dengan persetujuan Menteri Keuangan Nomor S-201/MK.6/2017 tanggal 01 Agustus 2017.

Dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda Aceh dan PT Balai Lelang Artha, Bea Cukai Banda Aceh akan melaksanakan pelelangan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMN), berupa satu paket kendaraan bermotor berupa mobil yang bukan baru sejumlah 59 unit dengan nilai limit Rp. 8.266.375.000.

Dalam keterangan yang disampaikan Kepala KPPBC TMP C Banda Aceh, Bambang Lusanto Gustomo, pelaksanaan penawaran lelang dengan jenis penawaran melalui internet secara Open Bidding tanpa kehadiran peserta lelang. "Penawaran lelang diakses masing-masing peserta lelang pada alamat domain http://www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id/," ujarnya saat dikonfirmasi Selasa (24/10/2017) sore.

Dijelaskannya, penjualan di muka umum atau lelang terhadap Barang yang Menjadi Milik Negara pada KPPBC Tipe Madya Pabean C Banda Aceh dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda Aceh serta Jasa Pralelang PT Balai Lelang Artha, sekira pukul 11.00 hingga 14.00 WIB tadi, secara eauction open bidding bertempat di KPPBC Tipe Madya Pabean C Banda Aceh, di Jalan Soekarno Hatta Nomor 3A Banda Aceh.

"Bahkan, tamu yang hadir di Bea Cukai Banda Aceh dapat melihat secara langsung berjalannya proses penawaran yang disiapkan oleh panitia di ruang publik. Pelaksanaan lelang diikuti oleh 16 peserta yang terdaftar dan menyerahkan jaminan ke KPKNL Banda Aceh sampai dengan kemarin Senin (23/10/2017) kemarin. Harga lelang tertinggi yang terbentuk tepat pada tadi siang pukul 14:00:00 waktu server aplikasi sebesar Rp.11.816.375.000," jelasnya.

Rangkaian kegiatan lelang telah dimulai sejak 17 Oktober 2017 lalu dengan diumumkan secara resmi melalui Pengumuman Lelang Nomor: Peng-02/WBC.01/KPP.MP.02/2017. Rangkaian kegiatan setelahnya adalah aanwijzing dan open house pada tanggal 19,20 dan 23 Oktober 2017 yang diikuti lebih dari 60 orang yang hadir di Tempat Penimbunan Pabean di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar.

"Kemudian penawaran lelang dilaksanakan hari ini yang disaksikan oleh perwakilan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), perwakilan dari Polda Aceh, Kanwil DJKN Aceh, Kanwil DJBC Aceh, KPKNL Banda Aceh dan perwakilan PT Balai Lelang Artha," ungkapnya.

Pemenang lelang akan menyetorkan senilai harga lelang terbentuk ke kas negara dan masih harus membayar Bea Lelang pembeli sebesar 2 persen dari harga lelang, Bea Pencacahan sebesar 2,5 persen dari harga lelang, serta Sewa Gudang sebesar Rp.560 juta.

"Biaya ini dibayarkan ke rekening PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Malahayati serta Jasa Pra Lelang sebesar 15 persen dari harga lelang disetorkan ke rekening BCA atas nama PT Balai Lelang Artha. Untuk pemenang lelang, yang berwenang menyampaikan identitasnya dari pejabat lelang dari KPKNL Banda Aceh," tambah Bambang.

HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh