Imam Masjid Al-Aqsa Sempat Ditangkap Israel, Ini Alasannya

Imam Masjid Al-Aqsa Sempat Ditangkap Israel, Ini Alasannya
Ilustrasi -- Masjid Al-Aqsa (dok. detikcom/Erwin Dariyanto)

Yerusalem, Aceh Bisnis - Imam Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Sheikh Ekrima Sabri, sempat ditahan oleh Israel sebelum akhirnya dibebaskan. Penahanan ini disebut terkait pelanggaran putusan pengadilan Israel soal penutupan salah satu gerbang kompleks Masjid Al-Aqsa.

Seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency, Jumat (12/3/2021), Sheikh Sabri ditangkap oleh polisi dan agen intelijen Israel di kediamannya yang ada di Yerusalem Timur pada Rabu (10/3) waktu setempat. Penangkapan dilakukan setelah kediaman Sheikh Sabri digerebek oleh Israel.

Berbicara kepada Anadolu Agency setelah pembebasannya, Sheikh Sabri menyebut pasukan keamanan Israel menggerebek kediamannya untuk menangkap dirinya terkait rencana menghadiri peringatan keagamaan Isra Mi'raj di area Bab al-Rahma di Yerusalem.

Disebutkan Sheikh Sabri bahwa dirinya dituduh melanggar sebuah putusan pengadilan Israel yang memerintahkan penutupan gerbang Bab al-Rahma di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Menyebut alasan penahanan dirinya 'sepele', Sheikh Sabri menuturkan dirinya memberitahu otoritas keamanan Israel bahwa masjid masih dibuka untuk salat dan seremoni keagamaan bisa digelar di bagian mana pun.

"Ini adalah posisi saya, dan dinas intelijen tidak bisa menuntut saya dengan apapun yang pantas untuk diajukan ke pengadilan," sebutnya.

Sheikh Sabri yang berusia 82 tahun ini sudah berulang kali ditangkap otoritas Israel sebelumnya. Dia bahkan pernah dilarang masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa selama berbulan-bulan.

Diketahui bahwa Otoritas Wakaf Keagamaan, badan yang dikelola Yordania yang diberi mandat untuk mengawasi situs-situs suci umat Muslim dan Kristen di Yerusalem Timur, mengumumkan pembukaan kembali gerbang Bab al-Rahma pada Februari 2010, setelah penutupan selama 16 tahun.

Sejak pembukaan kembali itu, polisi Israel diketahui beberapa kali mengeluarkan perintah untuk memindahkan para jemaah dari lokasi tersebut.

Bagi umat Muslim, Masjid Al-Aqsa menjadi situs tersuci ketiga. Bagi umat Yahudi, yang menyebutnya 'Temple Mount', kompleks itu diklaim sebagai lokasi dua kuil kuno Yahudi. Israel menduduki Yerusalem Timur, yang menjadi lokasi Masjid Al-Aqsa, sejak perang Arab-Israel tahun 1967 silam. Tahun 1980, Israel mencaplok seluruh kota itu dalam langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Sumber:detik.com