Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Terbesar di Alam Semesta

Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Terbesar di Alam Semesta
Lubang Hitam (ilustrasi)

Jakarta - Ilmuwan mengklaim telah menemukan lubang hitam terbesar di alam semesta. Lubang hitam di luar angkasa memiliki ukuran dan massa yang berbeda-beda. Lubang hitam dengan massa paling berat saat ini ditemukan di gugusan galaksi Abell 85.

Lubang hitam ini berlokasi di tengah pusat galaksi Holm 14A. Ahli astronomi memperkirakan bahwa lubang hitam ini memiliki berat 40 miliar kali lipat dari massa matahari.

Lubang hitam terberat ini ditemukan oleh sekelompok astronom di Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics dan University Observatory Munich. Para astronom ini berhasil menemukan lubang hitam tersebut dengan mengevaluasi data fotometrik dari Wendelstein Observatory dan melalui pengamatan spektral dengan menggunakan Very Large Telescope (VTL).

Pada mulanya, sekelompok astronom ini tertarik dengan gugus galaksi Abell 85. Alasannya, gugus galaksi ini memiliki pusat galaksi yang sangat menyebar dan kabur padahal memiliki masa sekitar 2 triliun massa solar bintang. Pusat galaksi yang tampak kabur dan menyebar ini memiliki ukuran sebesar Large Magellanic Cloud sehingga membuat para astronom mencurigai adanya lubang hitam di area tersebut.

Seperti dilansir Phys, gugus galaksi Abell 85 terdiri dari lebih dari 500 galaksi individual. Gugus galaksi Abell 85 berjarak sekitar 700 juta tahun cahaya dari Bumi.

"Hanya ada beberapa lusin pengukuran massa lubang hitam supermasif secara langsung, dan sebelumnya belum pernah dilakukan dalam jarak sejauh ini," kata ketua tim peneliti dari MPE Jens Thomas.

Melalui data yang diperoleh dari observatorium USM Wendelstein dan instrumen MUSE di VLT, tim astronom yang dipimpin Thomas dapat memperhitungkan massa objek ruang angkasa berdasarkan pergerakan bintang di pusat galaksi. Dengan berat 40 miliar kali lipat massa matahari, lubang hitam yang baru ditemukan ini menjadi lubang hitam terbesar di alam semesta yang pernah ditemukan.

"Ini beberapa kali lebih besar dibandingkan perkiraan dari pengkuran tidak langsung," jelas ilmuwan senior dari MPE Roberto Saglia.