Hindari Antrian Panjang, Pertamina dan Pemerintah Aceh Akan Tempel Sticker BBM Bersubsidi di Kendaraan Umun dan Pribadi

Hindari Antrian Panjang, Pertamina dan Pemerintah Aceh Akan Tempel Sticker BBM Bersubsidi di Kendaraan Umun dan Pribadi

Banda Aceh, Aceh Bisnis – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah direncanakan akan meresmikan program Stickering Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar bersubsidi pada kendaraan bermotor di Aceh pada Rabu (19/08/2020) nanti.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto mengatakan, dengan sistem pemasangan stiker pada kendaraan diharapkan pendistribusian bahan bakar solar subsidi dan premium agar lebih tepat sasaran.

"Sebagian masyarakat Aceh hingga saat ini masih rendah kesadarannya untuk beralih menggunakan BBM sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan. Hal ini menimbulkan antrian panjang di SPBU serta menimbulkan potensi penggunaan bahan bakar Premium dan Solar Subsidi melebihi kuota yang telah ditetapkan BPH Migas," kata Iswanto, di Banda Aceh, Jum'at (14/08).

Melihat fenomena itu, kata dia, Pemerintah Aceh bersama PT Pertamina (Persero) melalui Sales Area Retail Aceh kemudian melaksanakan Program "Sticker BBM Bersubsidi".

"Penempelan stiker akan dilakukan pada kendaraan umum maupun pribadi roda 4 atau lebih, serentak di seluruh Aceh," kata Nova.

Dengan adanya pemasangan stiker itu, maka bisa menjadi penanda kendaraan yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi.

Menurut dia, pemerintah Aceh memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dan menjaga kuota BBM Premium dan solar subsidi yang telah ditetapkan oleh BPH Migas.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM, Mahdinur mengatakan, antrian panjang kendaraan yang membeli Premium dan Solar Subsidi hampir setiap hari terjadi di SPBU, di mana kendaraan yang mengantri tersebut kebanyakan kendaraan keluaran terbaru dan kendaraan yang tidak berhak.

“Stickering diharapkan dapat sebagai penanda dan dapat mengurangi antrian BBM bersubsidi sehingga BBM bersubsidi dapat dinikmati oleh masyarakat kecil yang lebih membutuhkan,” kata Mahdinur.

Sales Area Manager Pertamina Aceh, Ferry Pasalini menyatakan, sebagian besar kendaraan dengan spesifikasi RON lebih 90 masih menggunakan premium RON 88.

“Pemilik kendaraan tersebut belum memiliki kesadaran untuk beralih ke BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang dikeluarkan pabrikan kendaraan (Manual book),"ungkap Ferry.

Padahal, kata Ferry, penggunaan BBM tidak sesuai standard yang ditentukan dapat merusak kendaraan. Selain itu, bahan bakar di bawah RON 90 dan CN 50 dapat menyebabkan polusi udara lebih banyak.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan melakukan penempelan stiker di 126 SPBU seluruh Aceh, serta menyosialisasikan program tersebut selama 7 hari mulai tanggal 19-25 Agustus 2020. Selama sosialisasi tersebut sticker akan dibagikan secara gratis tanpa dipungut biaya.

Ferry berharap dengan program stickering itu dapat menjaga kuota BBM Subsidi sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, serta membuat masyarakat semakin sadar untuk menggunakan BBM sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan.()