Hari Ini, Kejagung Periksa Belasan Saksi Terkait Beberapa Kasus korupsi 

Hari Ini, Kejagung Periksa Belasan Saksi Terkait Beberapa Kasus korupsi 
foto : net

Jakarta Aceh Bisnis - Kejaksaan Agung Republik Indonesia hari ini memeriksa 16 orang saksi terkait sejumlah kasus korupsi yang ditangani, Selasa (20/4/2021).

Kapuspenkum Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan, belasan saksi tersebut diperiksa terkait kasus PT ASABRI, kasus BPJS Ketenagakerjaan serta kasus pembelian gas bumi atau PDPE Sumatera Selatan dan proyek gardu induk PLN di Medan, Sumatera Utara.

Leo menjelaskan, terkait kasus korupsi PT ASABRI ada sepuluh orang saksi yang diperiksa oleh tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung.

Mereka adalah GW selaku Kepala Grup Hukum Bank BCA, Tbk, JAL selaku Pemilik Rekening Saham, WW selaku Nominee Tersangka JS, DN selaku Nominee Tersangka BTS dan J selaku Karyawan PT Bumi Nusa Jaya Abadi.

"Kemudian LVH selaku Nominee Tersangka JS, S selaku Nominee Tersangka JS, S selaku Nominee Tersangka JS, BA selaku Kepala Bidang Pelaporan dan Pemantauan PT ASABRI dan FG selaku Nominee Tersangka HH," ungkapnya.

Sementara, terkait kasus korupsi pada BPJS Ketenagakerjaan, tim jaksa penyidik memeriksa sebanyak empat orang saksi. Mereka adalah PI selaku Deputi Direktur Bidang Pasar Modal BPJS Ketenagakerjaan, KBW selaku Deputi Direktur Bidang Pasar Modal BPJS Ketenagakerjaan, HS selaku Analisis APF pada BPJS Ketenagakerjaan serta EH selaku Asisten Deputi Analisis Pasar Saham BPJS Ketenagakerjaan. 

"Untuk kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh perusahaan daerah pertambangan dan energi (PDPDE) Sumatera Selatan saksi yang diperiksa satu orang yakni S selaku Vice President Perencanaan dan Evaluasi Energi Primer pada Divisi Gas dan BBM Kantor Pusat," katanya.

"Begitu pun dengan kasus korupsi proyek pembangunan jalur Transmisi 275 Kv Gardu Induk Kiliranjao-gardu Induk Payakumbuh Pada Pt Pln Unit Induk Pembangunan (Uip) Medan Tahun 2016-2017 saksi yang diperiksa satu orang yakni BAHDP selaku Manager Prima Treasury Operation Expenditure Divisi Treasury Direktorat Keuangan PT PLN (Persero)," sambungnya.

Pemeriksaan saksi terkait seluruh kasus ini dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi.

Pemeriksaan saksi pun dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19.

Iklan Kelender event 2021 Disbudpar aceh