Harga Minyak Naik Dipengaruhi Hasil Pertemuan Negara OPEC

Harga Minyak Naik Dipengaruhi Hasil Pertemuan Negara OPEC
Ilustrasi Harga Minyak Naik (Liputan6.com/Sangaji)

Jakarta, Aceh Bisnis - Sebuah kelompok yang terdiri dari beberapa produsen minyak paling kuat di dunia pada hari Kamis memutuskan untuk secara bertahap membatasi pengurangan produksi yang ada mulai bulan depan. Hal ini mempengaruhi harga minyak.

Mulai bulan Mei, tambahan 350.000 barel per hari akan ditambahkan ke produksi, dengan 350.000 lainnya akan dipasarkan pada bulan Juni. Mulai produksi Juli akan ditingkatkan 450.000 barel per hari.

Aliansi OPEC + saat ini memotong lebih dari 7 juta barel per hari dalam upaya untuk menopang harga dan mengurangi kelebihan pasokan. Raja OPEC Arab Saudi telah secara sukarela menambahkan tambahan 1 juta barel per hari untuk pemotongan itu.

Arab Saudi mengatakan akan mulai membatasi pemangkasan produksi sukarela pada Mei.

Pertemuan itu terjadi tak lama setelah Terusan Suez dibuka kembali untuk lalu lintas dan ketika virus corona terus menyebar ke seluruh dunia, dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron memerintahkan negara itu untuk mengunci nasional ketiga untuk mengurangi beberapa tekanan pada rumah sakit.

Krisis virus corona yang sedang berlangsung terus mengaburkan prospek permintaan dan analis memperkirakan ini akan menegaskan kembali kehati-hatian Arab Saudi tentang pemulihan ekonomi global.

Menjelang pertemuan, para analis berpikir grup tersebut akan menjaga tingkat produksi tetap konsisten.

Analis di Eurasia Group mencatat bahwa bulan lalu di pasar minyak global "menampilkan tingkat volatilitas yang signifikan" dan aksi jual yang membawa minyak mentah berjangka Brent turun menjadi USD 62 per barel dari USD 70, sebelum stabil di sekitar USD 64 dalam beberapa hari terakhir.

"Insiden Terusan Suez mungkin membantu banyak produsen minyak, karena mencegah penurunan harga lebih lanjut," kata analis di Eurasia Group dalam catatan penelitian yang diterbitkan Rabu, seperti dikutip dari CNBC, Jumat (2/4/2021).

“Sekali lagi, masih jauh dari jelas bahwa pemulihan berkelanjutan akan membenarkan siklus kuat penurunan OPEC + yang harus diikuti setiap bulan. Kehati-hatian Arab Saudi tentang pemulihan ekonomi global dalam banyak hal dibenarkan,” mereka menambahkan.

Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik USD 2,38, atau 3,8 persen, diperdagangkan pada USD 65,08 per barel.

Kontrak berjangka harga minyak West Texas Intermediate AS berdiri di USD 61,63, naik lebih dari 4 persen. Kedua kontrak sebelumnya diperdagangkan di zona merah selama sesi.

Sumber:detik.com