Harga Emas Menguat Masih Dibayangi Wabah Virus Corona

Harga Emas Menguat Masih Dibayangi Wabah Virus Corona
Ilustrasi emas.

Jakarta Harga emas menguat masih dipicu kekhawatiran atas wabah Virus Corona dan dampaknya terhadap ekonomi global yang meningkatkan harapan penurunan suku bunga oleh bank sentral utama.

Melansir laman Reuters, Kamis (27/2/2020), harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi USD 1.645,79 per ons, setelah jatuh lebih dari 1,5 persen di sesi terakhir.

Sementara harga emas berjangka AS menetap 0,4 persen lebih rendah menjadi USD 1.643,10 per ounce.

"Semakin banyak orang membeli (emas) untuk mengantisipasi pertumbuhan (ekonomi) yang lebih lemah dari penyebaran Coronavirus dan tindakan dari Federal Reserve AS," kata Ryan McKay, Ahli Strategi Komoditas di TD Securities.

Harga emas naik lebih dari 3 persen di bulan ini, setelah mencapai posisi tertinggi tujuh tahun di USD 1.688,66 pada awal pekan. Kenaikan disebabkan penyebaran virus corona yang terus menyebar, sehingga memunculkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi.

"Pasar dipenuhi dengan berita bullish. Saya pikir ada beberapa orang yang mengambil untung di sini ... terutama yang lama mengambil keuntungan," tambah dia.

Pasar uang sekarang memperkirakan akan terjadi pemotongan suku bunga hingga 25 basis poin (bps) oleh Federal Reserve AS, dan diharapkan sebesar 10 bps oleh Bank Sentral Eropa pada bulan Desember. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang bagi pemeganf non-yield bullion.

IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 8
IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 7
IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 6
HUT ACEH BISNIS BANK ACEH
IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 10