Harga Emas Jatuh Akibat Penemuan Obat Covid-19 Kian Dekat

Harga Emas Jatuh Akibat Penemuan Obat Covid-19 Kian DekatLiputan6.com
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Jakarta, Acehbisnis.com - Harga emas turun dari level tertinggi 4 minggu karena studi menjanjikan untuk vaksin corona membatasi permintaan aset haven.

Emas berjangka pengiriman Juni 2020 turun 1,2 persen menjadi US$1.734,40 per troy ounce pada pukul 01.30 di New York. Sebelumnya harga semoat mencapai puncaknya di level US$1.774,8 per troy ounce.

Pada perdagangan Selasa (19/5/2020) pukul 05.00 WIB, harga emas spot naik 0,03 persen atau 0,48 poin menjadi US$1.733,03 per troy ounce. Adapun, emas Comex kontrak Juni 2020 turun 1,25 persen atau 21,9 poin menuju US$1.734,4 per troy ounce.

Dikutip dari Bloomberg, Moderna Inc. menyampaikan tes vaksinnya memberikan tanda untuk membuat sistem kekebalan di dalam tubuh. Berita itu juga mendorong saham AS ke level tertinggi sejak awal Maret, sementara dolar dan obligasi jatuh.

Sebelumnya harga emas melejit 1,1 persen menyusul pernyataan Ketua Federal Reserce Jerome Powell yang mengingatkan pada Minggu (18/5/2020) soal pemulihan ekonomi AS dapat berlangsung pada akhir 2021, dan bergantung terhadap progres vaksin.

"Harga emas turun dari peningkatannya, mencerminkan pembalikan aset haven di tengah harapan terhadap vaksin," papar Daniel Ghali, analis TD Securities.

"Vaksin saat ini juga dianggap sebagai obat bagi perekonomian ke depannya, setelah The Fed dan bank sentral lainnya akan memberikan stimulus dengan jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Data ekonomi yang suram dan kekhawatiran akan infeksi virus corona baru telah mendorong kenaikan harga emas baru-baru ini. Bahkan, harga masih meningkat di tengah sejumlah negara melonggarkan lockdown dan membuka aktivitas perekonomian.

Hal itu memicu spekulasi bahwa emas akan mencapai level tertinggi sepanjang masa. Apalagi permintaan emas untuk exchange traded funds (ETF) cenderung meningkat. Harga juga didorong oleh ketegangan AS-China, dan peluang suku bunga negatif The Fed.

Sementara itu, harga logam mulia yang digunakan untuk industri mengalami penguatan. Paladium melonjak 9,1 persen karena optimisme pembukana kembali ekonomi China dan stimulus untuk produsen mobil. Pabrik mobil merupakan konsumen terbesar paladium.

Sumber:Bisnis.com