Nova Iriansyah: Peran Masyarakat Jauh Lebih Efektif dalam Mencegah Karhutla

Nova Iriansyah: Peran Masyarakat Jauh Lebih Efektif dalam Mencegah Karhutla

Banda Aceh, Aceh Bisnis – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menilai peran dan keikutsertaan masyarakat secara dominan jauh lebih efektif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Aceh.

"Selama ini, keterlibatan masyarakat untuk menanggulangi persoalan tersebut masih minim dibanding peran aparatur negara,"ujar Nova dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla, yang digelar secara offline dan online, di Polda Aceh, Selasa (23/3/2021).

Menurut dia, kalau budaya ini sudah terbangun (peran masyarakat) Insya Allah penanggulangan Karhutla secara permanen tidak lagi hanya sebatas mimpi. "Karena begitu ada Karhutla langsung ditindaklanjuti warga setempat”.

Ia juga menambahkan, kolaborasi dan komunikasi yang baik antarberbagai unsur di pemerintahan dan masyarakat, sangat penting dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla secara cepat dan optimal.

Selain itu, peran aparatur yang ditugaskan juga perlu terus dimaksimalkan. “Dengan TNI, Kepolisian, bahkan Kejaksaan ini menjadi tugas khusus, kita setiap tahun diingatkan oleh Pak Presiden untuk berkoordinasi antar pihak. Dan ini sudah menjadi tugas prioritas para pihak di wilayah masing-masing,”papar dia.

Gubernur menyebutkan, Aceh memiliki lahan gambut seluas 338 ribu Hektar, dimana 150 ribu Ha di antaranya merupakan lahan budi daya yang tersebar di sepanjang pantai Barat-Selatan. "Daerah tersebut rawan sekali terjadi kebakaran akibat pembukaan lahan perkebunan oleh masyarakat".

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, kata Gubernur, pihaknya terus memaksimalkan tugas personil polisi hutan dan pengamanan hutan untuk mendeteksi secara dini terjadinya pembakaran.

Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Achmad Marzuki mengatakan, berdasarkan Instruksi Presiden, upaya pencegahan harus diprioritaskan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, upaya tersebut dapat dimaksimalkan jika peran masyarakat bisa lebih besar daripada personil TNI Polri sekalipun.

“Seharusnya keterlibatan TNI-Polri 30 persen, masyarakat 70 persen. Tapi kenyataannya di lapangan terbalik, masih banyak keterlibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas,”kata Mayjen Achmad Marzuki.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada mengatakan, peran pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota sangat penting dalam penanganan masalah Karhutla.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberi dukungannya melalui pengadaan alat dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

Kapolda Wahyu menambahkan, perusahaan yang beroperasi di bidang kehutanan juga perlu menyiapkan SDM dan sarana prasarana untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya Karhutla. Peran serta perusahaan tersebut telah diatur dalam regulasi yang berlaku.

Ia pun berharap Pemda dapat mengawal peran serta perusahaan-perusahaan tersebut.(adv)

Iklan Kelender event 2021 Disbudpar aceh