Panen Pohon Kurma di Aceh Besar, Hasil Penjualan Akan Digunakan untuk Biaya Pendidikan Warga

Panen Pohon Kurma di Aceh Besar, Hasil Penjualan Akan Digunakan untuk Biaya Pendidikan Warga
Foto: ACT Aceh

Aceh Besar, Aceh Bisnis – Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh melakukan panen perdana kurma di lahan wakaf kebun kurma yang diwakafkan para petani di Aceh Besar.

Kepala Cabang Global Wakaf ACT Aceh, Zulfurqan mengatakan, pohon kurma yang telah ditanam di lahan wakaf Global Wakaf ACT Aceh berjumlah 700 batang. 

Lahan yang diwakafkan mencapai seluas 6 hektare, di mana seluas 3.6 hektare khusus diperuntukkan untuk kebun kurma dan sisanya sebagai lahan ternak wakaf. 

“Meskipun hasil panen perdana ini tidak dijual, namun permintaan kurma, terutama kurma muda sudah mulai banyak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, usia rata-rata pohon kurma di lahan wakaf ini masih berkisar 2-4 tahun. Satu pohon kurma dapat menghasilkan rata-rata 200-400 kilogram kurma dalam setahun. Harga 1 kilogramnya dijual Rp 300.000.

Hasil panen pohon kurma wakaf ini, kata dia, nantinya akan dipergunakan untuk pendidikan dan ekonomi masyarakat sekitar kebun, dan juga wilayah Aceh Besar.

“Kita harus semangat menggencarkan gerakan wakaf produktif karena ini merupakan bentuk ibadah yang bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Petani Kurma, Mahdi Muhammad mengatakan, kurma menjadi salah satu pilihan dalam program wakaf produktif ini karena usia produktif satu batang pohon kurma ini bisa mencapai 100 tahun.

 “Bayangkan dengan usia produktif yang panjang, maka aliran pahala dari sedekah kita melalui wakaf produktif pohon kurma ini bisa menjadi projek abadi dan manfaat yang diberikan tiada terputus,” pungkasnya.

Iklan Kelender event 2021 Disbudpar aceh