Gajah Liar Masuk Pekarangan Sekolah di Bener Meriah

Gajah Liar Masuk Pekarangan Sekolah di Bener Meriah
Seekor gajah liar berada di pekarangan SD Negeri Dirgantara, Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Kamis (16/1/2020) ANTARA/HO

Redelong - Gajah liar memasuki pekarangan Sekolah Dasar Negeri Dirgantara, Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Kamis.

Akibatnya aktifitas belajar mengajar di sekolah tersebut terpaksa dihentikan sementara karena warga khawatir membahayakan anak didik.

Reje (Kepala) Kampung Negeri Antara Riskanadi mengatakan gajah liar yang memasuki pekarangan SD ini jumlahnya hanya satu ekor, namun gajah lainnya dalam satu kawanan terlihat pada jarak sekira 100 meter dari tersebut.

"Sekarang gajah itu sudah menjauh kembali ke kawanannya," kata Riskanadi.

Dia menuturkan konflik gajah liar di wilayahnya sudah berkepanjangan dan terus berlarut tanpa adanya solusi konkrit dari pihak terkait.

Menurutnya konflik gajah liar memang sudah terjadi selama bertahun-tahun di wilayah Kecamatan Pintu Rime Gayo namun untuk periode tahun ini dikatakannya adalah periode terpanjang kawanan gajah berada di wilayah perkampungan penduduk, khususnya Kampung Negeri Antara.

Konflik gajah untuk periode ini disebut sudah berlangsung sejak Juli 2019. kawanan satwa dilindungi itu hilir mudik dan silih berganti memasuki setiap kampung dalam kecamatan tersebut.

Sementara penduduk disana selama ini hanya bisa melakukan upaya antisipasi dan pengusiran dengan menggunakan petasan.

"Harapan kami ada solusi jangka pendek dan solusi jangka panjang. Untuk jangka pendek ya dengan pembuatan barrier, selain itu tidak ada. Solusi jangka panjang kita tawarkan kemarin kepada pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat agar barrier itu diperbagus mutunya apakah dengan diturap atau dipakai kawat kontak," tutur Riskanadi.

Dalam hal ini Riskanadi berharap pemerintah dan pihak terkait tidak mengabaikan konflik gajah yang terjadi di daerahnya dan bisa segera melakukan langkah-langkah pananganan yang diharapkan.

Hingga saat ini kata Riskanadi warga di kampungnya juga masih menjalani ronda massal setiap malamnya untuk mengantisipasi kawanan hewan bertubuh besar itu memasuki perkampungan.

"Harapan kami ke pemerintah daerah baik provinsi, baik pusat, jangan ditunggu jatuh korban dulu baru ada penanganan. Saya mohon pemerintah ini tolonglah serius untuk tahun 2020 ini menangani, kalau dibiarkan sampai ada korban dulu itu bukan solusi menurut saya, jangan sampai ada korban," ujarnya.