FPRM Minta Perusahaan Salurkan CSR Untuk Dayah

FPRM Minta Perusahaan Salurkan CSR Untuk Dayah
Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin.

Langsa - Sesuai amanat Undang-Undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial di lingkungan Perseroan Terbatas serta Qanun nomor 11 tahun 2013 tentang kesejahteraan sosial, maka sudah menjadi kewajiban perusahaan yang beroperasi di Aceh untuk menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu biaya siswa santri di dayah-dayah tradisional yang ada di Aceh.

Hal ini di sampaikan Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasrudin kepada wartawan, Selasa (14/01/20).

Dikatakannya, saat ini banyak santri Dayah yang sedang menuntut ilmu berasal dari keluarga kurang mampu bahkan anak-anak yatim piatu.

"Aceh merupakan daerah khusus pemberlakuan syari'at Islam, sudah seharusnya Perusahaan yang berdiri dan mencari uang di Aceh untuk membantu Dayah-dayah di Aceh dengan dana CSR yang dia punya," imbuh Nasrudin.

Nasruddin menjelaskan, Santri Dayah merupakan pondasi awal tegaknya Islam di bumi Serambi mekah ini, maka perusahaan wajib membiayai proses belajarnya melalui biaya siswa dari dana CSR.

"Kalau perusahaan tidak mau menggelontorkan dana CSR untuk para santri yang sedang menimba ilmu agama di Dayah, maka kita usir saja perusahaan tersebut dari Bumi Serambi Mekah,"tandasnya.

Selain itu, ia berharap perusahaan perbankan dan perusahaan lainya yang mebuka cabang di wilayah Aceh atau pusatnya di Aceh dapat menyalurkan anggaran CSR bagi santri Dayah melalui program biaya siswa atau bantuan lainya untuk membangun dayah tradisional di Aceh.

"Kalau ini dapat terlaksana, insya Allah dayah tradisional di Aceh dapat maju dan berkembang serta menghasilkan jebolan santri yang berkualitas untuk menegakan Syari'at Islam demi amar ma'ruf nahi mungkar,"pungkasnya.()

Iklan Disbudpar Aceh