FDK UIN Ar-Raniry Gelar Webinar Internasional Pendampingan Saudara Baru

FDK UIN Ar-Raniry Gelar Webinar Internasional Pendampingan Saudara Baru
Foto: Istimewa

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh gelar webinar international dengan tema “Strategi Dakwah untuk Pendampingan ‘Saudara Baru’, disiarkan secara langsung melalui zoom dan Youtube.

Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, diwakili Wakil Rektor II UIN Ar-Raniry, Syahbuddin Gade mengatakan, kegiatran seperi itu sangat penting dilakukan dalam rangka menghiumpun ide-ide dan strategi dari lintas Negara untuk dijadikan model dan contoh dalam melakukan pendampingan nantinya.

“Webinar dengan tema ini menjadi sangat penting untuk dikaji karena mampu menghimpun ide-ide dan strategi dari lintas Negara seperti Malaysia dan Thailand dalam membina saudara baru (mualaf) sehingga dapat dijadikan model dan contoh bagi kita,”ujar Syahbuddin saat membuka kegiatan itu.

Ia juga menambahkan, bahwa kegiatan tersebut harus dapat memberikan pengaruh positif dan penambahan ilmu bagi kita untuk tidak lagi mengganggap sinis saudara baru. Mereka (mualaf) telah berani meninggalkan agama, kebiasaan, adat, kekayaan, nama dan keluarga untuk mendapatkan kebenaran, sudah sewajarnya bagi kita untuk mengayominya.

Sementara itu, ketua panitia, Rasyidah menjelaskan, bahwa tujuan seminar ini adalah untuk mendapatkan model program dakwah terbaik bagi pendampingan saudara baru.

“Menghimpun energy dan berkolaborasi bersama menghadai persoalan yang dihadapi saudara baru (mualaf) agar Islam semakin dicintai,”katanya.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain dari perwakilan Malaysia dan Thailand, Prof. Razaleigh Muhammat dari Universiti Kebagsaan Malaysia (UKM) dan Prof. Asyraf Bin Abdurrahman dari Universiti Malaysia Terengganu (UMT). Dari Thailand Prof. Nordin Dorongho (Universiti Fatoni Pattani Thailand). Selain itu ikut serta guru besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Drs. Yusny Saby, Ph.D, dan masing-masing Prodi juga ikut mengambil bagian dalam merespon dakwah lintas keilmuan.()