Fakta-fakta Malaysia Putuskan Lockdown Nasional Imbas Ledakan COVID-19

Fakta-fakta Malaysia Putuskan Lockdown Nasional Imbas Ledakan COVID-19
Foto: AP Photo

Jakarta, Aceh Bisnis - Malaysia lockdown nasional selama dua pekan, usai berjuang melawan lonjakan kasus COVID-19 yang tak kunjung henti beberapa hari belakangan. Mulai 1 hingga 14 Juni, hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang diizinkan beroperasi.

"Pemerintah akan segera mengumumkan paket bantuan bagi mereka yang terkena dampak pembatasan baru," menurut pernyataan dari Kantor Perdana Menteri, dikutip dari Bloomberg.

Pernyataan tersebut keluar usai beberapa hari Perdana Menteri Muhyiddin Yasin mengesampingkan kemungkinan Malaysia lockdown nasional.

Berikut fakta-fakta Malaysia lockdown nasional, dirangkum detikcom dari berbagai sumber.

1. Cetak rekor empat hari berturut-turut
Empat hari berturut-turut Malaysia mencetak rekor kasus baru Corona. Teranyar, lebih dari 8 ribu kasus COVID-19 dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Angka penambahan kasus Corona tersebut di luar perkiraan pemerintah.

"Masuk akal untuk mengumumkan tindakan tersebut mengingat jumlah kasus COVID-19 baru yang lebih tinggi dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi kapasitas perawatan kesehatan kami," kata Mohd Afzanizam Abdul Rashid, kepala ekonom Bank Islam Malaysia Bhd.

Berikut datanya:

25 Mei: 7.289 kasus
26 Mei: 7.478 kasus
27 Mei: 7.857 kasus
28 Mei: 8.290 kasus.

2. Kapasitas RS terbatas
Dikutip dari Channel News Asia, munculnya varian COVID-19 lebih ganas juga memengaruhi keputusan Dewan Keamanan Nasional untuk Malaysia lockdown nasional.

"Dengan peningkatan tajam kasus COVID-19 harian, kapasitas rumah sakit untuk merawat pasien di seluruh negeri menjadi lebih terbatas," demikian pernyataan pemerintah saat mengumumkan Malaysia lockdown nasional.

3. Akan ada Fase II lockdown
Jika lockdown nasional fase I berhasil mengurangi angka kasus Corona harian, pemerintah akan menerapkan lockdown fase II selama empat pekan. Adapun di fase II nantinya, hampir seluruh sektor perekonomian diizinkan beroperasi dengan catatan tidak melibatkan pertemuan besar.

4. Cakupan vaksinasi ditingkatkan
Wabah Corona yang diperparah dengan munculnya varian baru Corona lebih agresif, menekan sistem perawatan kesehatan Malaysia hingga terpaksa lockdown nasional. Maka dari itu, rencananya cakupan vaksinasi Corona juga ikut ditingkatkan.

"Ada kebutuhan mendesak untuk memutus rantai infeksi sesegera mungkin," kata Mohd Afzanizam Abdul Rashid, kepala ekonom Bank Islam Malaysia Bhd.

"Pemerintah akan meningkatkan vaksinasi dan memberikan sumber daya kepada kementerian kesehatan untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit," demikian pernyataan pemerintah Malaysia.

Sejauh ini, kurang dari 3 persen populasi Malaysia yang telah divaksinasi penuh, sementara pemerintah mulanya menargetkan mencapai herd immunity pada akhir tahun, seiring dengan meningkatnya pasokan vaksin Corona.

Sumber:detik.com