Eropa Analisa Laporan Munculnya GBS Usai Pemberian Vaksin AstraZeneca

Eropa Analisa Laporan Munculnya GBS Usai Pemberian Vaksin AstraZeneca
Foto: Getty Images/Antonio Masiello

Jakarta, Aceh Bisnis - Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) menganalisa kemungkinan munculnya kondisi langka Guillain-Barre syndrome (GBS) usai vaksinasi COVID-19 AstraZeneca. Hal serupa pernah dilaporkan juga di Indonesia.

Dikutip dari Reuters pada Sabtu (8/5/2021), EMA menyebut komite keamanan vaksin Vaxzevria yang akan menganalisa data AstraZeneca. Tidak disebutkan secara spesifik berapa jumlah kasus GBS dalam hal ini.

Dikutip dari laman CDC, GBS adalah kelainan langka saat sistem kekebalan tubuh merusak sel saraf dan menyebabkan kelemahan otot dan terkadang kelumpuhan. Meskipun penyebab pasti tidak sepenuhnya dipahami, sindrom ini sering kali terjadi setelah infeksi virus atau bakteri.

Di Indonesia kasus GBS usai pemberian vaksin AstraZeneca sempat ramai dilaporkan terjadi pada seorang guru honorer asal Sukabumi. Hanya saja menurut Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), tidak ada cukup bukti keterkaitan GBS dengan vaksin yang diberikan.

"Kesimpulan, belum cukup bukti untuk menyatakan adanya hubungan antara kelemahan anggota gerak dan keburaman mata dengan vaksinasi Covid-19. Diagnosa saat ini pada SA (31) adalah Guillain-Barre Syndrome atau GBS," kata Ketua Komisi Daerah (Komda) KIPI Jawa Barat Kusnandi Rusmil beberapa waktu lalu.

Investigasi dilakukan setelah bulan lalu EMA menemukan bahwa vaksin COVID-19 AstraZeneca dan Johnson & Johnson kemungkinan bisa memicu kasus pembekuan darah yang langka. EMA menyebut vaksin pada akhirnya tetap direkomendasikan karena manfaatnya dalam mencegah penyakit lebih besar daripada risiko efek samping.

Sumber:detik.com