DPRA Minta Pemerintah Atasi Anjlok Harga Gabah di Nagan Raya

DPRA Minta Pemerintah Atasi Anjlok Harga Gabah di Nagan Raya
Foto: antara

Suka Makmue, Aceh Bisnis - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Aceh (DPRA) Teuku Raja Keumangan meminta kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah, agar segera mengatasi anjloknya harga gabah di tingkat petani setempat saat musim panen raya ini yang mencapai Rp3.500 per kilogram.

“Anjloknya harga jual gabah panen kering di Kabupaten Nagan Raya ini semakin membuat petani menjerit dan terpuruk, karena harga jual yang ditampung agen pengepul tidak sesuai dengan harga pokok penjualan (HPP) pemerintah sebesar Rp4.200 hingga Rp4.500 per kilogram,” kata Teuku Raja Keumangan saat dihubungi dari Meulaboh, Aceh Barat, Senin.

Menurutnya, berdasarkan laporan dari masyarakat dan petani, anjloknya harga jual gabah panen kering (GKP) di Kabupaten Nagan Raya Aceh diduga akibat ulah spekluan, yang diduga sengaja membeli harga gabah petani dengan harga yang sangat murah dan tidak sesuai HPP pemerintah.

Selain itu, kondisi tersebut diduga terjadi akibat adanya indikasi permainan oknum pedagang, yang diduga sengaja membeli gabah milik petani untuk meraup keuntungan besar dengan cara memanfaatkan musim panen raya.

Padahal, kata Teuku Raja Keumangan, harga jual beras saat ini di Aceh justru tidak pernah turun dan masih bertahan diatas Rp160 ribu per sak beras isi 15 kilogram per karungnya.

Selain itu, laporan yang ia peroleh dari masyarakat, saat ini pedagang yang berasal dari luar Nagan Raya Aceh diduga dilarang datang ke daerah tersebut guna membeli gabah petani, karena diduga mendapatkan teror atau ancaman.

Untuk itu, politisi Partai Golongan Karya Provinsi Aceh ini meminta kepada pemerintah dan otoritas terkait, agar segera menindaklanjuti kondisi kerugian yang dialami oleh petani di Kabupaten Nagan Raya, sehingga persoalan ini segera mendapatkan solusi terbaik.

Pria yang akrab disapa dengan panggilan TRK ini juga meminta kepada aparat penegak hukum di Kabupaten Nagan Raya, agar dapat mengungkap dan menangkap para pelaku yang diduga sengaja memanfaatkan musim panen raya, dengan membeli harga gabah panen kering (GKP) yang tidak sesuai HPP pemerintah.

“Kami minta aparat penegak hukum agar dapat memroses hukum siapa saja pelaku yang melakukan spekulan atau monopoli harga beli beras di Nagan Raya, karena tindakan ini selain merugikan petani, juga melanggar hukum,” katanya menegaskan.

Sumber:Antara
Iklan Kelender event 2021 Disbudpar aceh