Dolar AS Melemah, Harga Emas Naik

Dolar AS Melemah, Harga Emas Naik
Petugas menunjukkan imitasi emas di Unit Bisnis Logam Mulia PT. Antam di Jakarta, Kamis (7/10).(Antara)

Jakarta, Aceh Bisnis - Harga emas naik pada hari Selasa karena dolar melemah setelah persetujuan pemeriksaan bantuan virus corona yang lebih besar oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Demokrat, sementara selera risiko yang meningkat menyimpannya di bawah tertinggi satu minggu sesi terakhir.

Dikutip dari CNBC, Rabu (30/12/2020), harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi USD 1,877.75 per ounce. Logam naik sebanyak 1,3 persen pada hari Senin setelah persetujuan Presiden AS Donald Trump dari paket stimulus USD 2,3 triliun.

Emas berjangka AS naik 0,1 persen menjadi USD 1.882,80.

"Emas diperdagangkan secara teknis juga dengan dukungan mendasar yang berasal dari dolar yang lebih lemah didorong oleh prospek potensi cek yang lebih besar yang didistribusikan ke konsumen AS," kata analis Saxo Bank Ole Hansen.

“Kami memasuki tahun 2021 dengan sedikit kegelisahan karena kami mendapatkan pasar saham pada level yang lebih tinggi dan (pada) prospek stimulus tambahan terhadap prospek vaksin yang mulai meningkatkan prospek ekonomi, tetapi secara keseluruhan itu tidak mengurangi keinginan untuk aman- surga logam," tambahnya.

Saham Eropa memperpanjang reli akhir tahun mereka. Sementara indeks dolar turun 0,3 persen terhadap mata uang saingannya di tengah harapan paket stimulus AS yang diperluas dengan Senat AS akan memberikan suara pada cek bantuan COVID-19 senilai USD 2.000.

Pembatasan keuntungan emas adalah kampanye vaksinasi COVID-19 maraton di seluruh zona euro yang meningkatkan prospek pertumbuhan global pada tahun 2021.

Pasar yang lebih luas akan berjalan dengan cerita pemulihan ekonomi tahun depan tetapi fiskal ekspansif dan kebijakan moneter longgar akan membuat harga emas disematkan di dekat level saat ini, kata Hitesh Jain, analis utama di Yes Securities yang berbasis di Mumbai.

Logam harus diperdagangkan dalam kisaran antara USD 1.850- USD 2.000 dalam tiga hingga enam bulan ke depan, katanya.

Harga emas, yang dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, telah naik 24 persen tahun ini, sebagian besar didorong oleh serangkaian langkah stimulus yang dikeluarkan untuk mengurangi dampak pandemi.

Sumber:Liputan6.com