Disdik Aceh Ajak Pelaku Pendidikan Manfaatkan Media PJJ

Disdik Aceh Ajak Pelaku Pendidikan Manfaatkan Media PJJ

Banda Aceh, Aceh Bisnis – Sebagian besar daerah di Provinsi Aceh kembali berstatus zona orange dan merah akibat merebaknya pandemi virus Covid-19. Dinas Pendidikan Aceh mengajak para pelaku pendidikan untuk memanfaatkan media pembelajaran jarak jauh (PJJ) via daring. 

Langkah ini dilakukan untuk mendorong proses belajar mengajar dapat terus berjalan maksimal dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, melalui Kepala UPTD Balai Tekkomdik Disdik Aceh, T. Fariyal mengatakan, pihaknya merekomendasikan sejumlah sumber belajar yang bisa digunakan siswa, guru dan orangtua sebagai sumber belajar selama masa Belajar dari Rumah (BDR).
 
“Kita juga sudah memiliki aplikasi SiJEMPOL Aceh yang merupakan akronim dari Sistem Jejaring Media Pembelajaran Online. SiJEMPOL hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru se-Aceh secara gratis,” terang Fariyal, Jumat (28/5/2021) di Banda Aceh.

Fariyal menjelaskan UPTD Balai Tekkomdik juga secara rutin menyelenggarakan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi teknologi informasi dan komunikasi para guru. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memungkinkan belajar tidak hanya pada jam belajar di sekolah, namun belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

“Selain itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) mengembangkan laman belajar daring (online) yaitu Rumah Belajar yang memungkinkan siswa dan guru belajar tanpa batasan tempat dan waktu secara gratis,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, seluruh sekolah jenjang SMA, SMK dan PKLK seluruh Aceh dapat melanjutkan pembelajaran secara daring. Penggunaan beragam aplikasi sangat dimungkinkan yang bertujuan untuk mensukseskan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru kepada siswa.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, sistem pendidikan kita harus siap melakukan lompatan untuk melakukan transformasi pembelajaran daring bagi semua siswa dan oleh semua guru. Kita memasuki era baru untuk membangun kreatifitas, mengasah skill siswa, dan peningkatan kualitas diri dengan perubahan sistem, cara pandang dan pola interaksi kita dengan teknologi,”pungkasnya.