Dipengaruhi Kelebihan Pasokan Iran, Harga Minyak Dunia Lebih Murah

Dipengaruhi Kelebihan Pasokan Iran, Harga Minyak Dunia Lebih Murah
Ilustrasi Tambang Minyak (Liputan6.com/M.Iqbal)

Jakarta, Aceh Bisnis - Harga minyak turun sedikit pada hari Jumat tetapi membukukan kenaikan mingguan karena data ekonomi AS yang kuat dan ekspektasi rebound dalam permintaan global melebihi kekhawatiran tentang lebih banyak pasokan dari Iran setelah sanksi dicabut.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (29/5/2021), harga minyak WTI menetap 0,79 persen pada USD 66,32 setelah mencapai tertinggi USD 67,52 level tertinggi sejak 8 Mei. WTI ditutup naik 4,31 persen minggu ini. Brent (JUL) ditutup naik 0,24 persen pada USD 69,63, membawa kenaikan mingguannya menjadi 4,8 persen.

"Didorong oleh data ekonomi yang baik dan selera risiko di antara investor di pasar keuangan, Brent membuat tawaran baru untuk angka psikologis penting USD 70 per barel," kata analis Commerzbank Eugen Weinberg.

“Kekhawatiran akan permintaan karena pandemi tersebut memberi jalan kepada optimisme mengingat konsumen akan kembali dengan cepat,” tambahnya.

Analis memperkirakan permintaan minyak global akan pulih mendekati 100 juta barel per hari pada kuartal ketiga karena perjalanan musim panas di Eropa dan Amerika Serikat menyusul program vaksinasi COVID-19 yang meluas.

"Permintaan bensin sekarang telah melampaui level 2019 di banyak bidang," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Data ekonomi yang kuat dari Amerika Serikat, ekonomi dan konsumen minyak terbesar dunia, juga memberikan dukungan karena jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah sejak pertengahan Maret 2020, melampaui perkiraan.

Meningkatnya infeksi virus corona di Asia menekan harga. Infeksi di wilayah Asia Selatan melampaui 30 juta pada hari Jumat, menurut penghitungan Reuters, yang dipimpin oleh India yang sedang berjuang dengan gelombang COVID-19 kedua dan kekurangan vaksin di seluruh wilayah.