Dinsos Aceh: Masih Banyak Terjadi Penyimpangan dalam Mengadopsi Anak

Dinsos Aceh: Masih Banyak Terjadi Penyimpangan dalam Mengadopsi Anak
Foto: Istimewa

Banda Aceh, Aceh Bisnis – Plt Kepala Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah menyatakan, sangat banyak terjadinya penyimpangan yang terjadi selama ini tengah masyarakat atas pelaksanaan adopsi anak di Tanah Air.

"Selama ini, banyak terjadinya penyimpangan atas pelaksanaan adopsi anak, yaitu pengangkatan anak dilakukan tanpa melalui prosedur yang benar, pemalsuan data, perdagangan anak, bahkan telah terjadi jual beli organ tubuh anak,"ungkap dia.

Peryataan tersebut disampaikannya pada kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) pelaksanaan adopsi anak tahap ke-II yang belangsung di salah satu hotel di Banda Aceh, Selasa (23/3/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan pejabat eselon III tingkat kabupaten/kota di Aceh serta para pekerja social dari Sakti Peksos yang ada di 8 kabupaten/kota.

Untuk itu, kata dia, perlu pengaturan tentang pelaksanaan pengangkatan anak, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, yang dituang dalam bentuk peraturan pemerintah. "Oleh karena itu, pemerintah telah berkomitmen untuk memberikan perlindungan terhadap anak dengan mengesahkan undang-undang nomor 35 tahun 2014 perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak".

"Nah, kegiatan Bimtek ini untuk mensosialisasikan peraturan pemerintah tentang adopsi anak, sehingga para peserta yang hadir dapat menerapkan dengan baik sesuai harapan ditengah masyarakat nantinya,”papar Devi.

Selain itu, Devi berharap kepada peserta, terutama dari Sakti Peksos diseluruh Aceh yang merupakan petugas lapangan agar meningkatkan keseriusannya dalam mengikuti Bimtek tersebut mengingat materi yang diajarkan akan berhubungan langsung dengan proses adopsi anak.

Apalagi di Provinsi Aceh, sebut dia, animo masyarakat yang ingin menjadi orang tua angkat cukup tingi, maka penerapan prosedur adopsi anak sesuai perundangan yang berlaku sangat penting, agar terhindar dari masalah dikemudian hari.

“Setiap bulan, Dinsos Aceh menerima sebayak 5 - 10 pasangan Suami-Istri yang mengajukan permohonan adopsi anak, artinya, potensi orang Aceh menjadi orang tua angkat cukup tinggi,”pungkas Devi.()