Diduga Selewengkan Dana Desa, Tuha Peut Geudumbak Laporkan Keuchik Ke Polisi

Diduga Selewengkan Dana Desa, Tuha Peut Geudumbak Laporkan Keuchik Ke Polisi
Foto: Istanjoeng

Aceh Utara, Acehbisnis.com – Keuchik Gampong (kepala desa) Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh diduga telah menyalagunakan anggaran Dana Desa untuk kepetingan pribadinya.  

Diduga dalam pengelolaan dana desa tidak dilakukan secara transparan, dan ada indikasi korupsi yang dilakukan oleh Keuchik Geudumbak yang berinisial Z itu.

Bedasarkan keterangan dari Ketua Tuha Peut Desa Geudumbak, Anwar Sulaiaman menyatakan, dalam pengelolaan dana desa Keuchik gampong setempat tidak transparan.

Sejak 2018 lalu, kata dia, pengelolaan dana desa sudah tidak jelas lagi. Karena pihak keuchik sendiri tak pernah transparan dan tidak bekerja sesuai dengan tupoksinya. “Artinya telah melampaui batas kewenangannya”.

“Seperti uang desa dipegang oleh Keuchik sendiri. Bahkan, dalam pelaksanaan kegiatan tidak melibatkan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sama sekali,”ungkap Anwar.

Apalagi, jelas Anwar, bedasarkan keterangan Ketua TPG Laporan Pertanggung Jawaban ( LPJ) Tahun 2018 dan 2019 tidak pernah di sampaikan kepihak TPG. Bahkan, dokumen APBG tak pernah di serahkan meskipun TPG telah meminta beberapa kali kepada Keuchik.

Untuk itu, sebut dia, pihaknya tidak bisa mengawasi secara maksimal, termasuk usulan APBG tak pernah di bahas oleh tim pelaksana kegiatan. “Jangankan menyerahkan Dok Rab APBG papan grafik informasi saja tak pernah di pasang, sebagaimana aturan keterbukaan publik,"terang Anwar.

Untuk mendapatkan data, jelas dia, dirinya dan anggota tuha peut lainnya terpaksa meminta data dana desa gampong setempat kepihak Inspektorat. “Dalam LHP yang kami terima di inspektorat ada sejumlah penyelewengan dana desa, terakhir kami telah melaporkan kepada pihak Polres Aceh Utara,”papar dia.

“Yang lebih parah lagi ada penyertaan modal pengadaan lahan sawah milik BUMG Tahun 2018 sebesar Rp 204.000.000. Padahal, tidak ada lahan milik BUMG sebagaimana dua bukti kwitansi pembayaran pengadaan lahan sawah tersebut. Artinya pengadaan lahan tersebut fiktif. Apalagi, Direktur BUMG saja tidak mengetahuinya,”ujarnya.

Terkait status BUMG Desa Geudeumbak, Koordinator PLD, Zainal menyatakan, bahwa tidak ada terbentuk BUMG di gampong tersebut.

"Sepengetahuan kami tidak ada terbentuk BUMG di Geudumbak dan sampai saat ini, kami belum terima dokument BUMG,"pungkasnya yang turut di dampingi Kordinator PD Kecamatan Langkahan Marlina, S.Pd.

Sementara Keuchik Gampong Geudumbak, Zulkifli saat dihubungi terkait penyelewengan dana desa tersebut tidak bisa dihubungi karena Hanphonenya tidak aktif.()

HUT ACEH BISNIS BANK ACEH