Di Bidang Informasi dan Komunikasi, Kadisdik Aceh: Banyak Jenis Pekerjaan yang Hilang

Di Bidang Informasi dan Komunikasi, Kadisdik Aceh: Banyak Jenis Pekerjaan yang Hilangacehbisnis.com
Foto: Rachmat Fitri

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Abad 21 adalah sebuah periode dalam perkembangan kehidupan dunia. Periode ini ditandai dengan perkembangan kemajuan teknologi dan industri yang begitu pesat sebagai akibat dari kemajuan pengetahuan dalam bidang digital secara luar biasa.

"Sebagai konsekwensi dari kondisi tersebut, maka telah terjadi perubahan tatanan kehidupan manusia secara masif. Sebuah fakta yang secara nyata kita amati saat ini, perkembangan pengetahuan dan teknologi berkembang secara terus menerus tanpa ada yang bisa menghentikannya,"kata Kepala Dinas Penidikan Aceh, Rachmat Fitri HD.

Hal itu disampaikannya dalam paparannya saat menjadi pemateri Webinar Nasional-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh, yang digelar secara virtual, Selasa (08/12/2020). Kegiatan tersebut dipusatkan di SMTI Banda Aceh.

Menurut dia, utamanya dalam bidang informasi dan komunikasi, banyak jenis pekerjaan yang telah menghilang dan digantikan dengan cara-cara baru, e-commerce, telah memanjakan umat manusia mendapatkan segala kebutuhan seperti dalam kendali genggaman dan banyak aplikasi digital yang memudahkan dalam berbagai hal kebutuhan.

"Fakta tersebut memperlihatkan bahwa penguasaan kompetensi digital hampir dapat dipastikan berbanding lurus dengan kenyamanan dan kesempatan mendapatkan peluang. Artinya semakin baik tingkat penguasaan IT maka semakin nyaman dan semakin mudah mendapatkan sesuatu, dan sebaliknya,"paparnya.

Menyikapi hal itu, tambah dia, maka ada sebuah pertanyaan besar yang perlu dijawab bersama yaitu pendidikan seperti apa yang harus dipersiapkan agar mampu melahirkan sebuah generasi yang dapat beradaptasi dengan perkembangan abad 21 dan era industri 4.0 serta secara aktif dapat berperan dalam setiap sendi kehidupan.

"Disinilah letak persoalan utama dalam layanan pendidikan yang harus didesain dengan baik sehingga dapat menghasilkan output dan outcome dari sebuah proses pendidikan yang dilaksanakan secara formal ataupun non formal".

"Meskipun demikian,sehebat apapun teknologi yang dapat diaplikasikan dalam pembelajaran, belum ada bukti yang nyata dapat menggantikan kedudukan guru dalam membentuk adab dari peserta didik,"ungkap dia.

Dikatakannya, pembentukan adab memerlukan keteladanan yang kongkrit, teknologi yang kita miliki saat ini belum mampu memberikan keteladanan dan itu dimiliki oleh sosok guru. Fungsi guru amatlah menentukan dalam proses pembelajaran terutama dalam fungsinya sebagai pendidik.

Dia juga menyatakan, bahwa guru adalah tokoh kunci dalam proses pembelajaran. Makanya terus didorong agar menjadi profesional pada tingkatan relatif sempurna. "Oleh karena itu, Guru juga dituntut untuk memiliki daya kreatiivitas yang tinggi, sehingga selalu memiliki ide-ide brilian dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran maupun proses pendidikan peserta didik sehingga target dimensi pengetahuan, ketrampilan dan sikap sebagai hasil belajar dapat dicapai,"pungkasnya.()