Data Cadangan Devisa Bayangi IHSG, Simak Saham Pilihan Ini

Data Cadangan Devisa Bayangi IHSG, Simak Saham Pilihan Ini
Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, Aceh Bisnis - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi tertahan dan melemah pada perdagangan Selasa, (8/6/2021). Rilis data ekonomi seperti cadangan devisa Indonesia akan bayangi IHSG.

“Secara teknikal, IHSG bergerak konsolidasi setelah pekan lalu membentuk pola candlestick bearish harami  yang potensi pulled back resistance dan upper bollinger bands,” kata dia dalam catatannya.

Lanjar perkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.026-6.084 pada Selasa pekan ini. Untuk pilihan saham ia memilih saham PT Blue Bird Tbk (BIR), PT PP London Sumatera Tbk (LSIP), PT Medco Energy Tbk (MEDC), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

IHSG ditutup naik tipis 4,76 poin ke posisi 6.069,94. Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT MNC Land Tbk (KPIG), dan PT Merdeka Gold Copper Tbk (MDKA) yang memimpin penguatan.

“IHSG menjadi laggard pergerakan. Investor terfokus pada pergerakan yang cenderung bervariasi di Asia dan aksi tunggu investor terhadap data cadangan devisa Indonesia yang akan rilis selasa,” ujar dia.

Ia menambahkan, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih Rp 124,10 miliar pada awal pekan ini.

Sementara itu, CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya menuturkan, IHSG berpotensi bergerak pada zona hijau. Pergerakan IHSG hingga kini masih betah dalam konsolidasi wajar.  William prediksi, IHSG bergerak di kisaran 5.913-6.123 pada Selasa pekan ini.

“Jika IHSG mampu menembus level resistance terdekat, peluang kenaikan jangka pendek semakin terbuka lebar. Selain itu, para investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih secara year to date yang menunjukkan minat para investor pasar modal Indonesia,” kata dia dalam catatannya.

Sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar antara lain PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Selain itu, ada PT London Sumatera Tbk (LSIP), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).