Cegah Covid-19, Pemkab Abdya Larang Jual Daging Meugang di Lapangan

Cegah Covid-19, Pemkab Abdya Larang Jual Daging Meugang di Lapangan
Produk daging sapi di Pasar Tomang Barat. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com

Blangpidie, Acehbisnis.com - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya) tahun ini melarang melaksanakan pemotongan daging Meugang Ramadhan yang biasanya dilaksanakan di Lapangan Bola Kaki Kecamatan Manggeng dan Bantaran Sungai Krueng Beukah Blangpidie. 

Namun masyarakat Kabupaten Abdya dihimbau untuk melaksanakan pemotongan hewan ternak di lingkungan gampong masing-masing, tentunya di tempat yang aman dan bersih serta sehat.

Himbauan tersebut telah dikeluarkan Pemkab Abdya melalui Surat Edaran Nomor 450/422/2020 Tanggal 9 April 2020 Tentang Pelaksanaan Meugang Tahun 1441 H/2020 Masehi. Dan ditandatangani oleh Akmal Ibrahim.

Dalam surat itu Akmal Ibrahim menyebutkan tentang pelaksanaan pemotongan dan penjualan daging meugang puasa di Bantaran Sungai Krueng Beukah Gampong Keude Siblah Kecamatan Blangpidie dan di lapangan bola kaki Gampong Seunelop Kecamatan Manggeng  yang akan dilaksanakan Hari kamis (23/4/2020) nanti untuk tahun ini ditiadakan.

Hal itu dilakukan guna penanganan situasi nasional saat ini atas penyebaran virus corona (covid-19) secara baik, cepat dan tepat agar penyebarannya tidak meluas dan berkembang yang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat Kabupaten Abdya.

"Tidak ada aktivitas pemotongan dan pejualan daging Meugang Puasa di dua lokasi itu. Namun masyarakat atau pedagang bisa melakukan kegiatan pemotongan dan penjualan daging dapat dilaksanakan di lingkungan gampong masing-masing,"sebutnya.

Menurutnya, mengenai titik lokasi penjualan daging di hari meugang dianjurkan ditempat yang aman, bersih dan tidak menganggu arus lalu lintas serta tidak bergabung antara satu pedagang dengan pedagang yang lain guna menghindari kerumunan banyak orang yang akan membeli daging.

Selanjutnya, ternak atau hewan yang akan dipotong harus sehat dan bebas dari penyakit menular yang dibuktikan dengan surat keur kesehatan ternak yang dikeluarkan dinas terkait.

Bupati juga melarang memasukkan daging segar atau daging beku dari wilayah lain selain ternak yang dipotong dalam wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya.

"Bagi masyarakat yang ingin membeli daging meugang diharapkan selektif memperhatikan kualitas daging atau menanyakan surat kesehatan/keur ternak yang dijual,"kata Akmal Ibrahim melalui Relis yang disampaikan Bagian Kominfo Setdakab Abdya Senin (13/4/2020).

Terakhir bupati mengharapkan kepada camat bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Barat Daya agar melakukan pemantauan bagi masyarakat gampong yang melaksanakan pemotongan ternak.()

WTP Pemkab Pidie