Cari Senjata, Polisi Malah Temukan Harta Karun Suku Maya Senilai Rp 1,7 M

Cari Senjata, Polisi Malah Temukan Harta Karun Suku Maya Senilai Rp 1,7 M
Ilustrasi Maya (iorni.com/Unsplash)

Jakarta, Aceh Bisnis - Harta karun Suku Maya kuno senilai Rp 1,7 miliar ditemukan di gudang bawah tanah rumah pertanian di Jerman. Ditemukan oleh polisi.

Dikutip dari Yahoonews, benda kuno Suku Maya yang ditemukan polisi di rumah pribadi di Klötze, sebuah desa di wilayah timur Saxony-Anhaltitu itu, cukup beragam. Ada 13 item yang ditemukan.

Di antaranya, patung, piring, dan cangkir tanah liat. Diperkirakan benda-benda itu berusia 15 ribu tahun. Nilainya diperkirakan lebih dari 86.000 pound sterling atau setara dengan Rp 1,7 miliar.

Penemuan itu bermula dari polisi yang menggeledah ruang bawah tanah rumah setelah bekas pemiliknya bilang menyembunyikan senjata milik ayahnya tanpa izin di sana.

Petugas pun segera melakukan penyelidikan. Saat mencari senjata itu, petugas malah menemukan kantong plastik hitam berisi artefak Suku Maya. Pakar independen yang ditugaskan oleh otoritas regional mengatakan bahwa karya seni itu asli.

Di antaranya dua figur miniatur halus yang diyakini berasal dari kota Teotihuacan, Meksiko kuno. Benda itu berasal dari 250 dan 250 Sebelum Masehi.

Salah satu figurnya adalah tempat lilin dan diyakini menggambarkan dewa api Maya kuno.

Barang-barang lainnya diyakini berasal dari Guatemala utara. Itu termasuk, cangkir dan piring yang dihias serta pecahan bejana kaca yang pecah

Para ahli mengatakan benda-benda kuno itu kemungkinan ditemukan dalam ekskavasi ilegal. Kemudian, dijual di pasar gelap.

Benda milik Suku Maya itu akan dikembalikan ke pemerintah Meksiko dan Guatemala sebagai pemilik yang sah.

"Saya akan mengembalikan mereka ke duta besar pada 20 Mei," kata Reiner Haseloff, perdana menteri daerah Saxony-Anhalt, kepada surat kabar Bild.

Dari Pasar Loak

Keberadaan artefak suku Maya itu terungkap setelah mantan pemilik rumah pertanian tersebut menghubungi polisi untuk mengaku melakukan kejahatan.

Pria berusia 66 tahun menelepon polisi setempat untuk mengakui bahwa dia telah menyembunyikan senapan dan pistol Perang Dunia Kedua yang tidak berlisensi milik kakeknya di ruang bawah tanah.

Dia mengatakan kepada polisi bahwa dia membeli karya seni Suku Maya di pasar loak dan tidak tahu asalnya.

Polisi mengatakan dia tidak akan menghadapi tuntutan karena Jerman tidak memiliki undang-undang yang melarang pembelian karya seni yang digali secara ilegal dari luar negeri pada saat dia mendapatkannya.

Dia juga akan lolos dari tuntutan atas senjata api karena undang-undangnya telah berakhir.

Sumber:detik.com