Capaian Pemerintah Aceh Barat Dalam Penanganan Kemiskinan

Capaian Pemerintah Aceh Barat Dalam Penanganan Kemiskinan
Ist

Meulaboh, Acehbisnis.com - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dibawah kepemimpinan H. Ramli MS dan Banta Puteh Syam telah melahirkan berbagai capain program di daerah. Salah satu capaian tersebut adalah pengentasan kemiskinan.

Melalui Dinas Sosial-nya, kedinasan tersebut mulai banyak lahirkan beberapa program sebagaimana fungsi dan perannya. Seperti penanganan fakir miskin yang terfokus di seluruh kecamatan.

Kepala Dinas Sosial Aceh Barat, Bismi, S.Pd mengatakan banyak capaian program penangangan fakir miskin di kabupaten ini telah dilakukan. Seperti Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Kelompok ini, kata dia, tersebar di empat kecamatan antara lain, Sungai Mas, Arongan Lambalek, Woyla Timur dan Bubon. Setiap kecamatan terdapat 10 kelompok kemudian melakukan kegiatan usaha, seperti penanaman palawija dan beternak.


" Bahkan program KUBE ini telah melakukan panen perdana pada usaha ternak lele dan ikan mas," kata Bismi, Selasa (10/3/2020) di Meulaboh.

Dalam hal ini, pemerintah Aceh Barat telah mengucurkan dana sebesar Rp800 juta yang tersebar pada 40 kelompok. Kemudian pada tahun 2020 ini bertambah menjadi 70 kelompok dengan total anggaran mencapai 1, 4 miliar

Dikatakannya, pemerintah daerah di tahun 2020 ini juga telah menyalurkan bantuan usaha ekonomi produktif untuk perorangan sebanyak 266 keluarga penerima manfaat (KPM). Terdiri tiga jenis usaha, yaitu palawija, cara membuat kue dan menjahit.

Sementara program rumah tidak layak huni, lanjut Bismi, pihaknya telah menyalurkan bantuan sebanyak 105 unit rumah dengan besaran bantuan mencapai Rp15 juta/rumah, yang program tersebut saat ini baru tersebar di beberapa kecamatan.

" Pemerintah juga telah membangun rumah sebanyak 39 unit di Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen melalui program Komunitas Adat Terpencil (KAT)," ungkapnya.

Selain itu, Dinas Sosial di daerah ini mulai menggunakan Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT). Sistem tersebut tujuan untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan miskin, kemudian menghubungkan mereka dengan program dan layanan yang dikelola oleh pemerintah pusat, provinsi dan Kabupten/Kota.

Bismi juga menyampaikan telah melaporkan soal semua kegiatan ini kepada Bupati Aceh Barat dan Kementerial Sosial RI di Jakarta serta dalam waktu dekat ini akan melakukan koordinasi dan konsultasi kembali ke Kementerian Sosial mengenai kegiatan, yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 ini.

" Kita harus rajin jemput bola, bawa pulang anggaran ke daerah agar semua program yang dicanangkan bisa kita realisasi sesuai visi misi pemerintah kabupaten Aceh Barat," pungkasnya. ()