Bupati Agara Larang Kepala Desa Gunakan Dana Desa untuk Pembelian Sembako

Bupati Agara Larang Kepala Desa Gunakan Dana Desa untuk Pembelian Sembako
H Raidin Pinim Bupati Agara.(Foto: Hidayat)

Aceh Tenggara, Acehbisnis.com - Bupati Aceh Tenggara, H Raidin Pinim melarang seluruh Kepala Desa (Kepdes) se-Aceh Tenggara menggunakan dana desa untuk pembelian sembako untuk dibagikan kepada warga.

Hal itu disampaikan Raidin Pinim, saat pembukaan kegiatan penyemperotan massal Disinfektan terhadap sejumlah lokasi di Lapangan Ahmad Yani Kutacane, Selasa (31/3/2020).

"Saya garis bawahi tidak dibenarkan uang desa untuk pengadaan sembako terkecuali uang desa itu untuk pencegahan Corona atau covid 19,"ungkap Bupati.

Ia juga menegaskan kepada Kepala Desa agar tidak dibenarkan memberikan sembako kepada warganya. "Apalagi, saya sudah bekoordinasi ke Pemerintah Aceh, uang desa tidak dibenarkan untuk pembelian sembako,"terang Bupati Agara ini.

Salah seorang warga Aceh Tenggara, Arman menyatakan, bahwa pernyataan Bupati itu sangat melukai hati masyarakat, karena kondisi saat ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sangat berat dan lapangan kerja pun sangat minim.

Apalagi, kata dia, sebagian warga sangat was-was untuk mencari kerja diluar karena merebaknya virus Corona.

Menurut dia, apa yang sudah diberikan oleh sejumlah Kepdes seperti sembako kepada warganya itu tentunya sudah sangat membantu masyarakat dan daat meringankan beban kebutuhan sehari hari yang terasa sangat sulit saat ini.

"Seharusnya seorang pemimpin bersikap bijak menyikapi perkembangan situasi dan mengedepankan kepentingan masyarakat secara umum dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, hal itu yang perlu diutamakan,"papar Arman  

"Selaku Pengulu, kami sangat menghargai pernyataan Bupati Aceh Tenggara, Raidin Pinim yang melarang pembagian sembako menggunakan dana desa,"kata Salah seorang Pengulu Kute Badar Indah, Abi Hasan Nyakkub.

"Kami para Pengulu Desa yang sudah membagikan sembako kepada masyarakat bukan berdasarkan Surat Edaran Bupati Agara atau Intruksi Camat, tapi kami menggunakan hak dan kewenangan kami sebagai Kepala Desa dan masyarakat,"papar dia.()