Budaya Meugang Pemicu Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, BI Aceh: Pasar Murah Solusinya

Budaya Meugang Pemicu Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, BI Aceh: Pasar Murah Solusinya

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani menyatakan, menjelang bulan Ramadhan dipastikan akan terjadi terkenan inflasi akibat peningkatan permintaan kebutuhan barang kebutuhan pokok di Provinsi itu.

“Kita prediksi akan terjadi inflasi akibat meningkatnya permintaan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri,”ungkap Achris, Rabu (31/3/2021).

Pernyataan itu disampaikanya di sela-sela kegiatan  High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah se-Aceh pada Triwulan I – tahun 2021 yang di selenggarakan Bank Indonesia Provinsi Aceh.

Ia juga mengatakan, budaya meugang di Aceh diperkirakan menjadi salah satu pemicu kenaikan harga barang yang pada umumnya terjadi H-4 Ramadhan dan lebaran.

Selain itu, kata dia, penyumbang utama inflasi selama Ramadhan dan lebaran diantaranya adalah kelompok bahan makanan, sandang, makanan jadi, dan transportasi. “Hal ini terkonfirmasi dengan ramainya pasar dan pusat perbelanjaan di Aceh selama bulan puasa, serta banyaknya penjual makanan takjil di sepanjang jalan-jalan perkotaan di Aceh. Belum lagi budaya buka puasa bersama yang marak terjadi di Aceh”.

“Untuk itu, kami berpandangan bahwa momen ini merupakan saat yang tepat bagi SKPA/SKPK yang memiliki program operasi pasar, untuk melaksanakan kegiatan operasi pasar, dalam rangka mengurangi gejolak harga,”harapnya.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengingatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah di seluruh Aceh untuk bekerja maksimal dalam mengendalikan harga bahan pokok menyusul akan meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Ramadhan.

“Kita akan memasuki Bulan Ramadhan dan sudah menjadi tradisi di Aceh, tingkat konsumsi masyarakat di bulan Ramadhan dan hari-hari besar agama Islam cenderung meningkat dan ini perlu perhatian dari TPID,” kata Nova.()