BNN Tamiang Bekuk Tersangka Narkoba, Satu Oknum Pegawai Kejaksaan

BNN Tamiang Bekuk Tersangka Narkoba, Satu Oknum Pegawai Kejaksaan
Kepala BNN Kabupaten Aceh Tamiang, AKBP Trisna Safari Yandi,SE, Kamis (25/6/2020) di kantornya Kota Kualasimpang. (dok Indra)

Aceh Tamiang, Acehbisnis.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Aceh Tamiang bekuk dua orang pelaku yang diduga terlibat penyalahgunaan Narkotika jenis sabu. Salah satunya oknum pegawai Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang. 

Kepala BNN Kabupaten Aceh Tamiang, AKBP Trisna Safari Yandi, SE, Kamis (25/6/2020) di kantornya Kota Kualasimpang, dalam keterangan pers menyatakan, penangkapan yang dilakukan secara paksa terhadap kedua tersangka pada tanggal 12 Mei 2020 sekira pukul 13.30 WIb, di Mess Kejaksaan Karang Baru. 

Kedua tersangka yakni,  Z alias O Bin Yunus (30) warga desa Serang Jaya, Langkat, Sumatra Utara, dan MN Bin A (34) pegawai Kejaksaan Aceh Tamiang. " Keduanya hingga saat ini ditahan di Polres Aceh Tamiang,"ungkap Trisna. 

Trisna menjelaskan, berawal dari informasi bahwa Z alias O yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) BNN ini berkeliaran di wilayah Aceh Tamiang. Setelah dilakukan pengintaian yang bersangkutan masuk ke Mess Kejaksaan Karang Baru.

"Saat digrebek, dengan cara paksa, dalam sebuah kamar, didapati Z alias O bersama MN,  serta ditemukannya barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,29 gram berikut barang bukti lainnya, berupa alat isap,"jelasnya.

Kemudian yang bersangkutan dibawa ke Kantor BNN Aceh Tamiang untuk dilakukan investigasi dan pemeriksaan awal. " Dari hasil tes urine yang dilakukan keduanya positif menggunakan narkotika jenis sabu,"ujar Trisna seraya mengatakan bahwa kasus ini sudah dalam proses penyidikan BNN Aceh Tamiang. 

Menurutnya, BNN hingga saat ini masih menunggu hasil laboratorium Forensik Polda Sumut. "Setelah hasil laboratorium Poldasu diperoleh kasus ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang,"kata Trisna. oleh Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, telah diperpanjang penahanan hingga 16 Juli 2020 kedepan. " karena sifatnya titipan, Penahanan keduanya masih  di Polres Aceh Tamiang,"tutur Trisna. 

Biasanya untuk mendapatkan hasil laboratorium  standardnya satu bulan. "Perkara ini diproses. BNN sendiri sudah mendapatkan izin sita  dari Pengadilan Kualasimpang diantaranya Hp dan sabu serta alat isap serta botol hitam berisi sabu,"jelas Trisna.

Keduanya terancam  melanggar pasal 114 dan 112 Undang Undang Nomor 35/2009 yang ancamnnya diatas 5 tahun,"pungkasnya.()

WTP Pemkab Pidie