Bikin Geram! Jaksa Tega Penjarakan Kakek Samirin Pengambil Getah Karet Rp 17 Ribu

Bikin Geram! Jaksa Tega Penjarakan Kakek Samirin Pengambil Getah Karet Rp 17 Ribu
Foto: Samirin (ist.)

Simalungun - Jaksa menahan Kakek Samirin (69) karena mengambil sisa getah karet di perkebunan milik Bridgestone seharga Rp 17.450. Hal ini membuat anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan geram karena selain tidak manusiawi, negara juga malah tekor. Kok bisa?

"Dia dipenjara selama 2 bulan 4 hari. Untuk memberi makan dia, sehari habis Rp 20 ribu. Kali 3 bulan sudah berapa negara mengeluarkan uang? Apalagi saat ini penjara sudah over kapasitas. Tidak sebanding dengan kerugian pelapor (Bridgstone-red)," kata Hinca saat berbincang dengan detikcom, Kamis (16/1/2020).

Selain itu, biaya penyelidikan-penyidikan-penuntutan hingga sidang memerlukan uang tidak sedikit. Negara menggaji polisi, jaksa dan hakim tidak murah. Tapi malah digunakan untuk mengurus kasus dengan kerugian Rp 17.450 perak.

Foto: Samirin (ist.)

"Berapa uang negara habis untuk proses hukum itu? Ini kan tidak logis," cetus Sekjen Partai Demokrat itu.

Hinca sempat menanyakan mengapa Samirin sampai ditahan. Padahal di kepolisian ia tidak ditahan. Jaksa berdalih takut Samirin akan melarikan diri dan tidak datang ke sidang.

"Ini kan sangat subjektif, kemalasan jaksa. Macam mana mau kabur? Koruptor bisa kabur, ini kan warga biasa. Di mana keadilan," kata Hinca dengan geram.

Kegeraman lainnya yaitu pelapor adalah perusahaan ban besar, Bridgestone. Kerugian Rp 17.450 yang dialami seharusnya tidak sampai diproses ke pengadilan.

"Jaksa Agung agar menertibkan kasus-kasus seperti ini. Akan saya tegur dan suarakan nanti di DPR," kata Hinca.

Setelah melalui proses sidang, Samirin akhirnya dihukum 2 bulan 4 hari dan langsung bebas pada Rabu (15/1) kemarin. Hinca yang datang menyaksikan sidang membantu membuatkan pledoi. Hinca yang mewakili Dapil Samirin baru mengetahui kasus itu sejak ramai dibicarakan.

"Sebelum sidang, kami kumpulkan koin sebesar Rp 17.500 dan diberikan ke Bridgestone," pungkas Hinca.

WTP Pemkab Pidie