Begini Awal Terbongkarnya Aksi Cabul Dukun AS Modus Mandi Kembang

Begini Awal Terbongkarnya Aksi Cabul Dukun AS Modus Mandi Kembang
Foto: dok. Polresta Depok

Depok - Seorang pria berinisial AS (49) ditangkap atas dugaan pencabulan terhadap empat perempuan. Modus pelaku mengaku sebagai dukun yang mengobati pasiennya dengan cara mandi air kembang.

Kapolresta Depok Kombes Azis Andriansyah mengungkapkan kasus ini terkuak setelah salah satu korban menceritakan yang dialaminya itu kepada suaminya.

"Jadi ada yang kebetulan punya suami, cerita ke suaminya, suaminya marah. Baru lapor ke polisi. Salah satu korban punya suami. Suaminya tahu," kata Kombes Azis Ardiansyah saat dihubungi detikcom, Sabtu (27/6/2020).

Azis mengatakan keempat korban dan pelaku ini masih punya hubungan keluarga. Setelah salah satu korban menceritakan kejadiannya, korban lain pun akhirnya buka suara.

"Ya... seluruhnya lapor, jadikan satu per satu. Lama-lama cerita antarkeluarga, 'Oh iya saya diginiin' akhirnya semuanya," tuturnya.

"Kalau wilayah berbeda, bukan tetangganya itu, saudaranya. Masih keluarganya, keluarga pelaku," tambahnya.

Azis mengatakan mandi air kembang itu merupakan sebuah ritual di keluarga mereka. Pelaku mengaku mendapatkan ilmu untuk mandi kembang ini dari orang tuanya.

"Ritual keluarga, sebelumnya orang tuanya pelaku, orang tuanya pelaku sudah tidak ada, ganti dia," katanya.

Namun pelaku memanfaatkan ritual itu sebagai modus untuk mencabuli para korban.

"Tapi ganti anaknya, anaknya memanfaatkan dengan cara cabul," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Polresta Depok menangkap seorang pria berinisial AS (49) atas dugaan pencabulan terhadap sejumlah perempuan. Pelaku berpura-pura menjadi seorang dukun yang mengobati pasiennya dengan mandi kembang.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Wadi Saabani mengatakan ada empat korban perempuan yang dicabuli dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga.

"Korban dan pelaku itu semuanya masih ada ikatan keluarga, jadi ini sebetulnya ritual kebiasaan di keluarga itu, tiap malam Jumat," kata Kompol Wadi dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (27/6/2020).

"Salah satu korban penyanyi dangdut," lanjut Wadi.

Pelaku sudah melakukan praktik perdukunan ini sejak 2019. Kasus ini terkuak setelah salah satu korban komplain karena merasa dicabuli dan selain itu, ritualnya juga dianggap sia-sia.

Sumber:detik.com
WTP Pemkab Pidie