Banyak Kasus Positif COVID-19 Usai Divaksin, Pakar Jelaskan Penyebabnya

Banyak Kasus Positif COVID-19 Usai Divaksin, Pakar Jelaskan Penyebabnya
Vaksinasi COVID-19 (Foto: Pradita Utama/detik.com)

Jakarta, Aceh Bisnis - Belakangan, kejadian orang dinyatakan positif COVID-19 usai beberapa hari disuntik vaksin Corona ramai diperbincangkan. Kondisi ini tak hanya terjadi di Indonesia seperti yang dirasakan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, tetapi kasus ini juga terjadi di luar negeri.

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI), dr Erlina Burhan, mencontohkan sebanyak 240 warga Israel yang sudah disuntik vaksin Corona juga dinyatakan positif COVID-19 pada 3 Januari 2020.

"Setelah divaksin ada individu yang terinfeksi virus dari COVID-19, salah satu yang ditimbulkan pada 3 Januari adalah 240 warga Israel positif COVID-19," kata dr Erlina dalam konferensi pers Kementerian Kesehatan RI, Sabtu (23/1/2021).

Apa kemungkinan penyebabnya?
Menurut dr Erlina, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab seseorang bisa terkena COVID-19 meski baru beberapa hari disuntik vaksin Corona. Salah satunya adalah karena mereka sudah terpapar virus pada beberapa hari sebelum divaksin.

Terlebih, kata dr Erlina, kekebalan tubuh terhadap COVID-19 tidak bisa langsung terbentuk setelah divaksin. Misalnya, pada vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech, kekebalan tubuh baru bisa terbentuk 12 hari setelah disuntik vaksin.

"Timeline dari Pfizer, jadi hari pertama setelah dosis pertama disuntikkan, maka imunitas atau kekebalan itu akan terbentuk pada hari ke-12," ucap dr Erlina.

"Kemudian hari ke-21 dosis kedua (vaksin), akan diperiksa jumlah antibodinya, maka akan dikatakan dicapai imunitas yang penuh pada hari ke-28," tambahnya.

Maka dari itu, menurut dr Erlina, bisa saja orang-orang tersebut sudah terinfeksi virus atau sedang dalam masa inkubasi saat menerima vaksin Corona, sehingga mereka dinyatakan positif COVID-19 usai divaksin.

Bagaimana jika kekebalan tubuh sudah ada, tapi tetap terkena COVID-19?
dr Erlina menjelaskan, apabila kekebalan tubuh sudah terbentuk usai divaksin, namun tetap terkena COVID-19 maka gejalanya tidak akan parah.

"Memang risiko terjangkit COVID-19 ini akan tetap ada setelah diberikan vaksin, namun risikonya akan lebih rendah. Kalau pun terjangkit, gejala klinisnya juga ringan," ujarnya.

Contohnya, pada 25 relawan uji klinis vaksin Corona Sinovac di Bandung yang dinyatakan positif COVID-19. Dari 25 relawan tersebut, 7 di antaranya adalah penerima vaksin Corona, sementara 18 lainnya disuntik plasebo, bukan vaksin.

Ketua Riset Uji Klinis Vaksin Corona Prof Kusnadi Rusmil mengatakan, 7 relawan penerima vaksin tersebut yang dinyatakan positif COVID-19 hanya mengalami gejala ringan.

"Dari yang 7 dapat vaksin itu semua ringan, kalau kita bagi level beratnya 1, 2, 3, dan 4. Nah, ini level 1 dan level 2, kebanyakan level 1, jadi nggak ada yang berat," jelas Prof Kusnadi dalam kesempatan yang sama.

Sumber:detik.com