Bank Indonesia Larang Gesek Ganda dalam Transaksi

Bank Indonesia Larang Gesek Ganda dalam Transaksi
Foto: Aceh Bisnis

Sabang - Bank Indonesia memberikan warning terhadap prilaku pengesekan ganda kartu debit/atm/kredit saat melakukan pembayaran non tunai di kasir-kasir merchant bank. Pasalnya dengan pengesekan ganda, pihak merchant dapat dengan leluasa membaca informasi data nasabah yang terdapat didalam kartu tersebut.

Larangan menggesek kartu ATM/debit dan kredit pada mesin kasir atau lainnya, selain pada mesin Electronic Data Capture (EDC), pihak BI dapat meminta Bank untuk memutus kerja sama pemberian faslitas pembayaran nontunai di merchant-merchant nakal.

Hal tersebut disampaikan oleh Pemateri Bank Indonesia Pusat saat Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Aceh mengadakan sosialisasi kebijakan di bidang sistem pembayaran kepada para jurnalis di Hotel Mata Ie Resort, Sabang, Jumat (27/10/2017).

Kedua pemateri dari BI Pusat yakni Asisten Manajer Depertemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Calvari Francois Dirk Leunufna dan Muhammad Bugie dalam persentasi nya menyampaikan, BI sudah mempunyai aturan tentang Double Swipe (gesek ganda).

Bank Indonesia pun telah secara tegas melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran, selain untuk tujuan transaksi proses pembayaran.

Sehingga, katanya, pengambilan nomor kartu, card verification value, expiry date, dan/atau service code pada Kartu Debit/Kredit melalui mesin kasir (cash register) di pedagang (double swipe) jelas-jelas telah melanggar aturan.

"Dengan melakukan penggesekan selain pada mesin Electronic Data Capture (EDC) milik Bank, seperti penggesekan pada mesin kasir dipastikan merchant-merchant diduga dapat menyalahgunakan data tentunya ini akan merugikan nasabah,"jelasnya.

Karena itu, Ia menghimbau kepada masyarakat agar dapat melaporkan merchant-merchant yang masih melakukan praktik pengesekan ganda kepada bank acquirer (pengakuisisi). Sehingga Bank dapat memutuskan kerjasama dengan merchant nakal.

Menurut pihak BI larangan double swipe melanggar Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemerosesan Transaksi Pembayaran.

Sementara itu, Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Teuku Munandar mengatakan, Sosialisasi sistem pembayaran yang digelar untuk kalangan jurnalis ini merupakan bagian meningkatkan pemahaman terhadap sistem pembayaran kepada awak media.

"Dengan adanya peningkatakan pemahaman di kalangan jurnalis tersebut nantinya akan menambah wawasan dalam menyampaikan berbagai informasi terkait sistem pembayaran kepada masyarakat di Aceh khususnya dan Indonesia umumnya,"jelasnya.

Menurut dia, media memiliki peranan penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga peningkatan pemahaman terhadap awak media merupakan salah satu perhatian prioritas dari Bank Indonesi

"Insya Allah kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan dalam rangka meningkatkan pemahaman awak media terhadap berbagai kebijakan Bank Indonesia,"pungkasnya.

HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh