Bahlil Calon Kuat Menteri Investasi, Dulunya Sopir Angkot

Bahlil Calon Kuat Menteri Investasi, Dulunya Sopir Angkot
Bahlil Lahadalia/Foto: Mohammad Wildan/20detik

Jakarta, Aceh Bisnis - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Kementerian Investasi. Rencana tersebut telah disetujui DPR dalam rapat paripurna penutupan masa sidang IV tahun 2020-2021.

Namun, sampai hari ini Jokowi belum mengumumkan sosok yang akan menjadi Menteri Investasi. Sementara menurut sumber detikcom, Bahlil Lahadalia dipastikan bakal menempati posisi Menteri Investasi. Kepastian tersebut sudah tak tergoyahkan.

"Fix! Bahlil Menteri Investasi," kata sumber detikcom dikutip kemarin Selasa (20/4/2021).

Bahlil Lahadalia saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Tugas lembaga tersebut memang berhubungan dengan investasi.

Mengutip laman resmi BKPM, tugas pokok BKPM adalah melaksanakan koordinasi kebijakan dan pelayanan di bidang penanaman modal berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebelum duduk di pemerintahan, Bahlil lama berkecimpung sebagai pengusaha. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2015-2019.

Lalu, pria kelahiran Banda, Maluku, 7 Agustus 1976 itu masuk ke dalam kabinet Indonesia Maju di periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi.

Sebelum menjadi birokrat di pemerintah Presiden Jokowi, Bahlil lama berkecimpung sebagai pengusaha. Pria kelahiran Banda, Maluku, 7 Agustus 1976 itu merintis karier dan bisnis dari nol. Dia terlahir dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan. Ayahnya seorang kuli bangunan dan sang ibu bekerja sebagai tukang cuci. Namun hal tersebut tak membuatnya menyerah.

Sejumlah profesi pernah dilakon, mulai dari tukang kue semasa kecil, seorang kondektur, hingga menjadi sopir angkot pun dia jalani. Dengan kerja keras itulah dia menjadi orang besar yang tadinya bukan siapa-siapa.

Ketika beranjak remaja segala macam pekerjaan kasar dilakukan Bahlil. Mulai dari kondektur angkot, jualan ikan, jadi kuli bangunan, sampai akhirnya jadi sopir angkot. Bahkan dia mengaku sering menghabiskan masa remajanya hidup di terminal.

Dengan segala kekurangannya, justru Bahlil nekat mau mengubah nasib. Dengan modal pas-pasan dirinya terbang ke Jayapura, niatnya untuk kuliah. Cabut ke Jayapura, dia cuma membawa ijazah SMA, tiga setel baju, SIM dan kantong kresek. Bahkan, orang tuanya pun tidak tahu kalau dia ke Jayapura hanya untuk kuliah.

Sampai di Jayapura Bahlil sempat luntang-lantung karena tidak ada kampus yang mau menerimanya, namun suatu hari dia dikuatkan oleh ketua asrama yang ditinggalinya. Bahlil bercerita dia dimotivasi untuk tetap kuliah, hingga akhirnya dia mendaftarkan diri ke kampus swasta.

Singkat cerita, dia mengawali karier di dunia keuangan. Bahlil bercerita pernah menjadi pegawai kontrak asuransi. Hingga akhirnya, dia ditawari temannya membangun perusahaan konsultan keuangan. Dari situ dia menjalani karier mulai dari karyawan biasa.

Sejak saat itulah Bahlil meneruskan karir cemerlangnya. Hingga akhirnya dia bisa menjadi CEO PT Rifa Capital dengan gaji Rp 35 juta di usia yang masih 25 tahun. PT Rifa Capital tersebut memiliki cabang di berbagai pulau di Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Sepak terjangnya di dunia bisnis mengantarnya meraih posisi Ketua Umum HIPMI dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-15 Desember 2015. Selama periode kampanye pemilihan umum (pemilu) tahun 2019, Bahlil masuk daftar tim sukses (timses) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Sampai akhirnya, Bahlil dilantik sebagai Kepala BKPM pada 23 Oktober 2019.

Sumber:detik.com
Iklan Kelender event 2021 Disbudpar aceh