AS Tuduh China Berupaya Curi Riset Vaksin Virus Corona

AS Tuduh China Berupaya Curi Riset Vaksin Virus Corona
Presiden Trump memimpin pertemuan dengan petinggi sejumlah industri di AS, Rabu (29/4/2020) - Bloomberg / Stefani Reynolds

Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat menuduh China telah melepaskan para peretasnya untuk menyusupi organisasi riset dan perusahaan farmasi Amerika yang tengah mengupayakan vaksin virus corona (Covid-19).

Dalam pernyataannya, Biro Investigasi Federal (FBI) dan Badan Keamanan Siber (CISA) Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan para peretas tersebut telah diamati berusaha mengidentifikasi dan secara ilegal memperoleh kekayaan intelektual (IP) yang berharga.

“Selain itu, data kesehatan masyarakat terkait dengan vaksin, pengobatan, dan pengujian dari jaringan dan personel yang berafiliasi dengan penelitian terkait Covid-19,” paparnya pada Rabu (13/5/2020) waktu setempat, dikutip dari Hindustan Times.

Pihak FBI dan CISA mengidentifikasi kesehatan, farmasi, dan riset sebagai sektor-sektor yang berisiko peretasan.

“Upaya-upaya China untuk menargetkan sektor-sektor ini menimbulkan ancaman signifikan terhadap respons negara kita atas Covid-19,” tambahnya.

Namun, peringatan itu tidak mengidentifikasi organisasi-organisasi mana yang ditargetkan ataupun menggambarkan bagaimana peretasan yang dimaksud telah ditemukan.

Tuduhan ini akan meningkatkan ketegangan antara kedua negara terkait pandemi Covid-19. AS telah menuduh China tidak memberi tahu dunia lebih awal tentang epidemi, yang dimulai di Wuhan pada Desember 2019, ini serta tidak transparan soal skala infeksi dan kematian.

Sementara itu, kepada Fox Business Network, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak ingin berbicara dengan Presiden China Xi Jinping untuk saat ini.

Tak hanya itu, Trump juga memikirkan soal memutuskan jalinan hubungan perdagangan terbesar di dunia ini seiring dengan meningkatnya tensi terkait wabah virus corona.

Ketika ditanya apakah telah berbicara dengan Xi Jinping baru-baru ini, Trump mengatakan bahwa mereka memiliki “hubungan yang sangat baik”.

“Tapi saat ini, saya tidak ingin berbicara dengannya. Saya tidak ingin berbicara dengannya,” jawab Trump, seperti diwartakan Bloomberg, Kamis (14/5/2020).

“Kami dapat memutuskan seluruh hubungan. Jika kami melakukannya, apa yang akan terjadi? Kalian akan menghemat US$500 miliar,” tambah Trump dengan menyebut referensi yang tidak akurat untuk volume perdagangan antara kedua negara.

Di suatu titik, ia tampak sependapat dengan pembawa acara Fox Business, Maria Bartiromo, bahwa China berusaha mencuri kekayaan intelektual dan mengalahkan AS dengan vaksin virus corona.

“Kita bisa menghentikan mereka, mereka akan mencoba melakukannya. Maksud saya, kalian bisa berhenti berbisnis dengan mereka, itu satu hal,” tandas Trump.

Sumber:Bisnis.com