AS Tambah 7 Perusahaan China ke Daftar Hitam, Siapa Lagi?

AS Tambah 7 Perusahaan China ke Daftar Hitam, Siapa Lagi?
Foto: AP/Alex Brandon

Jakarta, Aceh Bisnis - Amerika Serikat kembali menambah entitas perusahaan China ke daftar hitam atau blacklist mereka. Kali ini, Departemen Perdagangan AS membidik perusahaan-perusahaan yang terbukti pernah berhubungan dengan militer Negeri Tirai Bambu itu.

Setidaknya ada tujuh perusahaan yang diduga memiliki kedekatan dengan militer China. Mereka adalah yang bergerak di bidang supercomputing dan telah membantu pemerintah China memodernisasi militernya atau telah mengerjakan program senjata pemusnah massal.

"Kemampuan supercomputing sangat penting untuk pengembangan banyak - mungkin hampir semua - senjata modern dan sistem keamanan nasional, seperti senjata nuklir dan senjata hipersonik," ujar Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo dikutip dari CNN Business, Jumat (9/4/2021).

"Departemen Perdagangan akan menggunakan sepenuhnya otoritasnya untuk mencegah China memanfaatkan teknologi AS untuk mendukung upaya memodernisasi militer yang tidak stabil ini," tambahnya.

Adapun tujuh perusahaan China yang baru ditambah ke daftar hitam AS adalah Tianjin Phytium Information Technology, Shanghai High-Performance Integrated Circuit Design Center, Sunway Microelectronics serta empat National Supercomputing Center di Jinan, Shenzhen, Wuxi dan Zhengzhou.

Sebagaimana diketahui, AS mulai agresif mem-blacklist perusahaan-perusahaan China sejak dipimpin oleh Donald Trump. Beberapa perusahaan besar seperti Huawei sekalipun masuk ke dalam daftar hitam tersebut.

Pemerintahan Biden kini sedang meninjau kebijakan era Trump tersebut beserta kebijakan-kebijakan lainnya. Sejauh ini,para pejabat AS tampaknya bakal mempertahankan postur konfrontatif pemerintah Trump terhadap China. Rencana infrastruktur Presiden Biden, misalnya, yang menyoroti ancaman strategis yang ditimbulkan oleh China sebagai salah satu buktinya. China tampaknya masih dianggap sebagai pesaing dalam teknologi dan R&D oleh Pemerintahan Biden.

Sumber:detik.com