Anggota DPR RI: Aceh Butuh Keamanan Kondusif agar Investor Mau Berinvestasi

Anggota DPR RI: Aceh Butuh Keamanan Kondusif agar Investor Mau Berinvestasi
Anggota DPR RI HM Nasir Djamil. ANTARA/M Haris SA

Banda Aceh - Anggota Komisi Hukum dan Keamanan DPR RI asal Aceh, Nasir Djamil menyambut baik dan berterima kasih kepada Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis yang telah menunjuk Brigjen Pol Wahyu Widodo menjadi Kapolda Aceh.

Kehadiran Kapolda Aceh, Wahyu Widodo diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan ketertiban serta penegakan hukum yang bermartabat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolri menerbitkan telegram terkait pergantian dan mutasi perwira tinggi dan menengah. Dalam telegram itu, sejumlah Kapolres di wilayah hukum Aceh juga mengalami pergeseran dan pergantian.

"Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak diganti Wahyu Widodo. Mewakili rakyat Aceh, saya apresiasi regenerasi di tubuh Polda Aceh. Jenderal Wahyu lulusan terbaik (Adhi Makayasa) tahun 1991," ujar Nasir, Rabu (5/2/2020).

Dikatakan, saat ini Aceh sedang berupaya untuk melakukan pembangunan dan menarik investasi dari luar. Karena itu, selain ketersediaan energi dan regulasi, soal kepastian hukum menjadi sangat penting.

"Aceh butuh keamanan yang kondusif agar investor yakin menanamkan modalnya. Kehadiran Jenderal Wahyu diharapkan bisa meningkatkan rasa percaya Pemerintahan di Aceh bahwa polisi adalah bagian dari aktor pembangunan," ungkap Ketua Forum Bersama Anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh ini.

Kedepan, lanjutnya, sejumlah upaya peningkatan profesionalisme dan disiplin serta hidup sederhana aparat kepolisian, perlu mendapat perhatian dari Kapolda Aceh yang baru.

"Rakyat Aceh berharap penegakan hukum tindak pidana korupsi menjadi prioritas Kapolda Aceh guna mengembalikan kepercayaan publik kepada korps bhayangkara tersebut," sebutnya.

Politisi yang telah duduk empat periode di Komisi Hukum DPR itu mengharapkan agar Wahyu bisa membangun komunikasi dua arah dan konstruktif dengan jajaran pimpinan pemerintahan di Aceh, baik di provinsi maupun kabupaten kota.

"Kita ingin institusi Polda Aceh dibawah kepemimpinan Jenderal Wahyu menjadi menara air yang mampu bersinergi dengan semua pemangku kepentingan guna menyukseskan pembangunan di segala bidang,"pungkasnya.()