9 Kebiasaan Makan Harus Anda Terapkan di Usia 40 Tahun

9 Kebiasaan Makan Harus Anda Terapkan di Usia 40 Tahun
Lentil hitam - Istimewa

Jakarta - Banyak yang mengatakan, usia hanyalah angka. Jadi berapa pun usia Anda, semangatnya tetap sama meskipun kini Anda memasuki usia 40-an tahun. Tapi bagaimana pun, tubuh Anda tak bisa berbohong. Banyak perubahan yang menuntut Anda untuk hidup sehat, termasuk dalam hal pola makan.

Mulai dari gaya hidup Anda hingga kebiasaan makan hingga stres, semuanya akan mempengaruhi masa tua Anda. Apakah ingin tetap bugar atau sakit-sakitan? Nah, untuk hidup bugar, berikut 9 kebiasaan makan yang harus mulai Anda terapkan di usia 40 tahun, yang dilansir dari laman Times of India.

1. Saatnya makan sehat

Seiring bertambahnya usia, metabolisme Anda melambat dan ini adalah salah satu penyebab utama yang mempengaruhi kekebalan tubuh Anda. Metabolisme membantu menyerap nutrisi dari makanan yang kita konsumsi. Karena itu, Anda harus menjaga pola makan Anda seiring bertambahnya usia. Selain itu, Anda harus menghindari melewatkan makan. Ini adalah saat ketika Anda harus mengonsumsi makanan yang akan memperkuat tubuh Anda di saat usia bertambah.

2. Pilih gandum utuh

Jika selama ini Anda lebih memilih makanan yang disukai daripada yang menyehatkan, kini mulailah berpikir ulang. Ketika bertambah tua, tubuh akan lebih sulit untuk mencernanya seperti dulu. Jadi, pilihlah makanan yang masuk akal.

Salah satu pilihan makanan itu adalah memilih biji-bijian utuh, itu lebih baik dibandingkan dengan yang telah dihaluskan. Biji-bijian utuh adalah sumber vitamin B, potasium, magnesium, dan serat, yang membantu pencernaan Anda dan mengurangi risiko masalah jantung, obesitas, dan diabetes.

3. Makan tepat waktu

Gaya hidup memainkan peran penting, ketika harus tetap bugar dan sehat. Menurut beberapa penelitian, waktu makan Anda dapat berdampak pada kesehatan dan berat badan Anda. Makan terlambat menyebabkan laju metabolisme yang rendah yang sering menyebabkan diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

4. Pilih kopi hijau atau teh hijau

Tambahkan minuman yang kaya antioksidan ke dalam rutinitas harian Anda. Tidak hanya akan membuat kulit dan rambut Anda sehat tetapi juga membantu kesehatan Anda secara holistik. Baik kopi hijau dan teh hijau diperkaya dengan nutrisi untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dan membantu mengelola berat badan. Kelebihan berat badan dapat menghambat kesehatan Anda seiring bertambahnya usia.

5. Jangan lupa bakteri baik

Usus yang sehat menentukan kesehatan Anda secara umum. Jadi, tambahkan makanan yang kaya probiotik dan bakteri sehat seperti kefir, yoghurt, dan kombucha untuk meningkatkan kesehatan usus Anda. Makanan ini juga bagus untuk wanita pra-menopause.

6. Kalsium

Tulang akan bertambah keropos seiring dengan pertambahan usia. Jadi, jangan lupa menambahkan makanan kaya kalsium. Selain itu, makanan kaya protein juga baik untuk tubuh Anda. Makanan yang bisa membuat tulang Anda sehat termasuk produk susu, biji-bijian, salmon kaleng dan sarden, kacang-kacangan, dan kacang almond.

7. Buah dan sayuran

Sayuran dan buah segar akan membuat tubuh Anda mendapat nutrisi yang cukup untuk berfungsi secara efisien. Terlebih lagi, buah-buahan dan sayuran mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral.

8. Kacang-kacangan

Jangan lupa mengonsumsi kacang setiap hari karena makanan itu merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan serat yang sehat. Selain itu, kacang-kacangan kaya akan antioksidan yang melindungi sel dan jaringan. Kacang-kacangan dapat secara efektif mengurangi kadar kolesterol jahat, juga meningkatkan kesehatan otak, kesehatan jantung, hingga memperkuat kekebalan tubuh.

9. Lentil

Makanan berserat akan sangat baik ketika Anda mulai bertambah tua. Lentil sarat dengan protein dan serat yang sehat. Makanan ini menjadi sumber serat dan vitamin B9 yang sangat baik, yang juga dikenal sebagai folat. Mulai dari mengurangi kolesterol jahat hingga meningkatkan kadar gula darah hingga mengatur berat badan, lentil baik dalam banyak hal. Selain itu, lentil dan protein sehat membantu memerangi kanker, penurunan fungsi otak pada orang tua, dan bahkan dapat mengurangi risiko asma kronis.