7 Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta yang Perlu Diketahui Pencinta Kopi

7 Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta yang Perlu Diketahui Pencinta Kopi
Foto: iStock

Jakarta, Aceh Bisnis - Ngaku pencinta kopi? Kamu perlu tahu perbedaan kopi arabika dan robusta. Perbedaan tersebut bisa dilihat dari 7 karakteristik berikut.

Biji kopi memiliki varietas yang sangat beragam. Varietas yang paling umum digunakan dan banyak ditemukan di banyak negara adalah Arabika dan Robusta.

Di dunia bahkan diperkirakan pembagian produksi kopi menjadi 60% Arabika dan 40% Robusta. Kedua varietas yang berbeda ini memiliki komposisi yang juga berbeda dan bisa disesuaikan tergantung rasa kopi yang sedang kamu inginkan.

Pentingnya mengetahui varietas biji kopi yang digunakan untuk diseduh juga terkait kandungan kafein, rasa kopi, serta kualitas seduhan secangkir kopi yang dihasilkan.

Berikut ini 7 perbedaan karakteristik kopi Arabika dan Robusta, seperti dirangkum dari The Roasters Pack (19/9):

1. Rasa

Kopi Arabika memiliki rasa yang cenderung lebih ringan. Arabika biasanya banyak dipengaruhi oleh rasa buah-buahan yang ditanam di sekeliling pohon kopi itu sendiri.

Sedangkan Robusta memiliki rasa yang cenderung kuat dan lebih pahit. Robusta akan memberikan karakteristik rasa yang lebih gosong, agak kekacang-kacangan, dan cenderung seperti karamel.

2. Kandungan Kafein

Meskipun sama-sama biji kopi, keduanya memiliki kandungan kafein yang berbeda. Memilih biji kopi yang tepat akan membantu menyesuaikan kemampuan tubuh untuk menerima kafein.

Arabika memiliki kandungan kafein sebesar 1,5% yang membuat rasanya lebih ringan. Sedangkan Robusta memiliki kadar kafein sebanyak 2,7% yang membuat karakteristiknya lebih kuat.

3. Kandungan Lemak dan Gula

Rasa yang berbeda antara Arabika dan Robusta juga dipengaruhi kadar lemak dan gula alami dalam biji kopi tersebut. Lemak dan gula yang terkandung ini juga menjadi faktor mengapa banyak orang lebih memilih rasa yang dihasilkan oleh kopi Arabika.

Robusta mengandung 3-7% gula dan 10-11,5% lemak. Sedangkan, Arabika memiliki kandungan yang jauh lebih tinggi yaitu 6-9% gula dan 15-17% lemak.

4. Harga

Varietas biji kopi juga memiliki harga yang berbeda-beda. Harga ini ditentukan berdasarkan penyebaran dan ketahanan kopi.

Arabika menjadi tanaman kopi yang lebih riskan oleh hama dan serangga sehingga tingkat kegagalan tanamannya lebih tinggi dan membuat harganya lebih mahal. Sedangkan Robusta menjadi tanaman kopi dengan karakteristik ketahanan yang lebih baik dan penyebarannya yang luas menjadikan harganya bahkan setengah kali dibawah harga Arabika.

5. Bentuk

Sebelum diseduh atau dicicip, kedua varietas ini bisa dibedakan melalui bentuk fisiknya. Biji kopi Robusta cenderung memiliki garis tengah yang lurus dibandingkan dengan biji kopi Arabika.

Pada kopi Arabika, bentuk biji kopinya juga akan lebih lonjong dan panjang. Sedangkan, Robusta memiliki bentuk yang lebih bulat utuh.

6. Kandungan CGA

CGA atau Chlorogenic Acid merupakan kandungan asam yang berperan sebagai antioksidan. Semakin tinggi kandungan kafein, maka semakin tinggi pula kandungan CGA yang ada pada kopi tersebut.

Arabika dengan kandungan kafein sebesar 1,2% mengandung CGA sebesar 5,5% - 8,0%. Sedangkan Robusta yang memiliki kandungan kafein 2,2% mengandung CGA sebanyak 7,0% - 10,0%.

7. Penyebaran Tanaman

Arabika dan Robusta membutuhkan karakteristik lahan yang berbeda-beda. Di dunia, penyebaran kopi sebanyak 75% dikuasai oleh Arabika dan 25% diisi oleh Robusta.

Negara-negara seperti Brazil dan Ethiopia didominasi dengan varietas Arabika yang kaya akan karakteristik rasa buah di dalamnya. Sedangkan varietas Robusta banyak ditemukan di Vietnam dan Indonesia.

Sumber:detik.com