6 Dampak Buruk Konsumsi Kurma Berlebihan, Perhatikan Porsinya

6 Dampak Buruk Konsumsi Kurma Berlebihan, Perhatikan PorsinyaLiputan6.com
Ilustrasi Kurma (iStockphoto)‚Äč

Jakarta, Acehbisnis.com - Dampak negatif konsumsi kurma berlebihan perlu diperhatikan. Kurma merupakan buah yang selalu hadir di bulan Ramadan. Buah ini kerap dijadikan takjil untuk membatalkan puasa.

Sebagian besar kurma yang dikonsumsi masyarakat merupakan kurma yang telah dikeringkan. Buah-buahan kering sarat akan serat dan mineral penting. Ketika dimakan dalam jumlah sedang, kurma dapat memenuhi nutrisi penting, seperti kalium, magnesium, zat besi, dan mangan.

Namun, buah kering seperti kurma juga mengandung gula yang cukup banyak. Ini membuat konsumsinya yang berlebihan bisa menimbulkan sejumlah masalah. Dampak negatif konsumsi kurma berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan mulai dari ringan hingga berat.

Maka dari itu, penting untuk mengonsumsi kurma dalam jumlah yang wajar. Berikut dampak negatif konsumsi kurma berlebihan, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (24/4/2020).


Sebabkan masalah pencernaan

Kurma secara umum aman untuk pencernaan. Namun, kurma yang mengandung sulfit dapat memengaruhi kondisi pencernaan bagi orang tertentu. Sulfit adalah senyawa kimia yang ditambahkan ke buah kering untuk mengawetkannya dan bahkan menghilangkan bakteri berbahaya. Individu yang sensitif terhadap sulfit dapat menderita reaksi tertentu seperti sakit perut, gas, kembung, dan diare.

Kurma juga tinggi serat yang sebenarnya baik untuk kesehatan. Namun, mengonsumsinya dalam jumlah banyak dan berlebihan juga tak baik untuk kesehatan. Lonjakan mendadak serat dapat menyebabkan masalah perut seperti sembelit dan kembung.


Picu kenaikan berat badan

Meskipun kurma mengandung serat tinggi, mereka juga relatif tinggi kalori dan kepadatan energi. Ini dapat mendorong kenaikan berat badan yang cepat. Kurma juga memiliki rasa manis yang bisa membuat orang memakannya secara berlebihan.

70% dari berat kurma mengandung gula. Ini karena air telah dikeluarkan dari buah kering, kurma kering cenderung lebih padat dan kurang mengenyangkan. Buah kering pada umumnya cenderung lebih tinggi kalori daripada buah segar. Ini sebabnya penting untuk memerhatikan porsi kurma saat berbuka.


Sebabkan ruam kulit

Buah kering seperti kurma juga dapat menyebabkan ruam kulit karena kandungan sulfit di dalamnya. Beberapa orang mungkin sensitif terhadap sulfit, dan bisa mengalami kram perut, ruam kulit, dan serangan asma setelah menelannya.

Ruam juga dapat disebabkan oleh jamur yang ada di banyak buah kering seperti kurma. Buah kering yang disimpan dan ditangani dengan tidak tepat juga dapat terkontaminasi oleh jamur, aflatoksin, dan senyawa beracun lainnya.


Picu Hiperkalemia

Hiperkalemia adalah kondisi di mana kadar kalium menjadi terlalu tinggi dalam darah. Kurma merupakan sumber kalium yang tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi kurma dapat memicu masalah ini.

Kadar kalium darah ideal berkisar antara 3,6 hingga 5,2 milimol per liter. Tingkat kalium darah yang lebih tinggi dari 7 milimol per liter bisa berbahaya bagi kesehatan.

Kalium adalah elektrolit esensial, mineral yang dibutuhkan tubuh untuk fungsi otot, saraf, dan jantung. Gejala hiperkalemia diantaranya kelelahan atau kelemahan, perasaan mati rasa atau kesemutan, mual atau muntah, kesulitan bernafas, sakit dada, dan jantung berdebar atau detak jantung tidak teratur. Dalam kasus ekstrim, kalium tinggi dapat menyebabkan kelumpuhan atau gagal jantung.


Sebabkan kenaikan gula darah

Kurma merupakan makanan manis yang dianggap memengaruhi kadar gula darah. Mengonsumsinya dalam jumlah sedang sebenarnya tidak akan menimbulkan masalah pada gula darah. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, kurma dapat memperburuk lonjakan gula darah.

Kurma mengandung banyak rasa manis dalam gigitan yang relatif kecil. Kurma adalah sumber alami fruktosa, jenis gula yang ditemukan dalam buah. Satu buah kurma bisa mengandung 67 kalori dan sekitar 18 gram karbohidrat.

Kadar gula darah dapat menjadi tantangan untuk dikelola di antara penderita diabetes, dan orang-orang dengan kondisi tersebut biasanya disarankan untuk sadar akan asupan karbohidrat mereka.

idak apa-apa untuk makan 2-3 buah kurma sehari bagi penderita diabetes asalkan mereka berhati-hati dan mempertahankan kebiasaan makan yang sehat secara keseluruhan.


Sebabkan masalah mulut

Buah-buahan kering memiliki gula alami dalam bentuk fruktosa. Buah kurma cenderung memiliki tekstur lengket yang bisa menempel pada gigi. Gula yang terbentuk secara alami dalam buah kering, seperti kurma juga dapat berkontribusi terhadap kerusakan gigi.

Gula dan sisa kurma yang menempel ini dapat memicu perkembangan bakteri di mulut. Konsumsi kurma berlebihan dan kurang menjaga kebersihan mulut dapat menyebabkan gigi berluban.

Setelah mengonsumsi kurma, pastikan untuk berkumur dengan air putih untuk menghilangkan sisa-sisa kurma yang menempel di gigi. Terapkan pula kebersihan mulut seperti rutin menyikat gigi dan membersihkan sisa-sisa makanan.

Sumber:Liputan6.com
WTP Pemkab Pidie