56 Orang Tewas dalam Bentrokan Saat Pemakaman Jenderal Iran Qassem Soleimani

56 Orang Tewas dalam Bentrokan Saat Pemakaman Jenderal Iran Qassem Soleimani
Qassem Soleimani. - Reuters

Jakarta - Setidaknya 56 orang tewas dalam bentrokan ketika puluhan ribu pelayat memenuhi jalan-jalan untuk pemakaman seorang komandan militer Iran Qassem Soleimani.

Dikutip dari Reuters pada Selasa (1/7/2020), pemakaman jenderal top Iran yang tewas akibat serangan rudal AS tersebut, terpaksa ditunda beberapa jam.

Pemakaman Jenderal Qassem Soleimani dimulai pada sore hari di kota Kerman, Iran tenggara, empat hari setelah pembunuhannya dalam serangan pesawat tak berawak AS di Irak. Serangan itu menjerumuskan kawasan tersebut dalam krisis baru dan menimbulkan kekhawatiran konflik yang lebih luas.

"Beberapa menit yang lalu tubuhnya dipindahkan ke bagian martir di wilayah pemakaman Kerman," demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi ISNA.

Soleimani, yang memimpin Pasukan Quds elit, bertanggung jawab untuk membangun jaringan pasukan proxy Teheran di seluruh Timur Tengah. Dia adalah tokoh penting dalam mengatur kampanye lama Iran untuk mengusir pasukan AS dari Irak.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran sedang mempertimbangkan beberapa skenario untuk membalas kematiannya. Tokoh senior lainnya mengatakan serangan balasan Republik Islam itu akan menyamai skala pembunuhan yang telah terjadi. tetapi ia akan memilih waktu dan tempat.

Adapun stasiun televisi milik pemerintah melaporkan bentrokan yang terjadi di tengah-tengah himpitan pelayat, menewaskan 56 orang serta lebih dari 210 orang terluka.

"Hari ini karena padatnya kerumunan orang, sayangnya sejumlah warga kami yang sedang berduka terluka dan sejumlah orang terbunuh," kata kepala layanan medis darurat Pirhossein Kolivand.

Soleimani adalah pahlawan nasional bagi banyak orang Iran, baik pendukung kepemimpinan ulama atau tidak, tetapi dipandang sebagai penjahat berbahaya oleh pemerintah Barat yang menentang busur pengaruh Iran yang melintasi Levant dan masuk ke wilayah Teluk.

Lawan-lawan Iran mengatakan bahwa kuasanya telah memicu konflik, membunuh dan menggusur orang-orang di Irak, Suriah, dan lainnya. Teheran mengatakan setiap operasi di luar negeri atas permintaan pemerintah dan menawarkan "dukungan penasihat".

Tubuh Soleimani telah dibawa ke kota-kota Irak dan Iran sebelum tiba di Kerman untuk dimakamkan.

Di setiap tempat, sejumlah besar orang mengisi jalan, melantunkan "Matilah Amerika" dan menangis dengan emosi. Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menangis ketika dia memimpin doa di Teheran.

Sementara itu, Sekretaris pertahanan AS membantah laporan bahwa Washington sedang bersiap untuk menarik pasukan dari Irak, tempat Iran bersaing dengan Washington sejak invasi pimpinan AS tahun 2003. Sekitar 5.000 pasukan AS saat ini ada di Irak, di mana pasukan militer AS mulai hadir sejak kejatuhan Saddam Hussein.

Di lain pihak, beberapa anggota aliansi NATO yang beranggotakan 29 negara mengatakan mereka memindahkan beberapa personel mereka yang telah melatih pasukan keamanan Irak keluar dari negara itu sebagai tindakan pencegahan di tengah kekhawatiran akan terjadinya kebakaran besar regional.