5 Fakta Ciplukan, Buah Liar yang Harganya Mahal

5 Fakta Ciplukan, Buah Liar yang Harganya Mahal
Foto: iStock

Jakarta, Aceh Bisnis - Biasa tumbuh di kebun liar, buah ciplukan kini banyak dijual di supermarket. Harganya pun terbilang mahal. Sebenarnya apa sih buah ciplukan? Ini faktanya.

Buah ciplukan atau dikenal juga dengan sebutan cecenet atau cecendet adalah buah mungil yang tumbuh tertutup di dalam kelopak bunga. Dilansir dari Sow True Seed, ciplukan masuk ke dalam famili Solanaceae.

Bentuknya seperti buah tomat ceri yang mungil. Kalau matang, buahnya berwarna kuning. Buah ini tak asing bagi anak-anak di tahun 90-an. Biasanya buah ciplukan tumbuh liar di semak-semak.

Namun kini, buah tersebut justru banyak dijual di supermarket. Harga yang ditawarkan juga terbilang mahal. Rata-rata per 100 gram ciplukan dibanderol degan harga sekitar Rp 30.000-an.

Selain itu, ternyata buah mungil ini memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Buah ini dapat dimakan langsung atau dijadikan topping di aneka dessert.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 fakta tentang ciplukan:

1. Berasal dari Amerika

5 Fakta Ciplukan, Buah Liar yang Harganya Mahal Foto: iStock

Meski pun banyak tumbuh di Indonesia, tetapi sebenarnya buah ini berasal dari Amerika Selatan. Di sana, buah ciplukan dikenal dengan sebutan ground cherry.

Sejak dulu, tanaman ini sudah dikenal sebagai tanaman herbal dan biasa digunakan untuk pengobatan tradisional. Di Indonesia, buah ciplukan memiliki sebutan yang berbeda-beda di setiap daerah.

Di daerah Sunda dikenal dengan sebutan cecenet, di Madura ciplukan biasa disebut nyornyoran. Berbeda dengan di Bali yang masyarakatnya biasa menyebut keceplokan.

Kalau di Sumatera disebut leletep atau dedes. Masyarakat Indonesia biasa memakan buahnya langsung dari tanamannya. Rasanya perpaduan antara asam dan manis.

2. Kandungan Nutrisi

Siapa sangka, buah yang tumbuh liar ini merupakan buah yang menyehatkan. Itu karena di dalamnya mengandung banyak nutrisi baik untuk tubuh. Ciplukan mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol.

Selain itu, juga dilengkapi dengan vitamin C, alkaloid, steroid, asam palmitat, dan asam stearat. Kandungan saponin dan alkoloid adalah yang membuat rasa pahit pada buah ini.

Meski begitu, dua kandungan tersebut berperan sebagai anti tumor dan menghambat pertumbuhan kanker, terutama kanker usus besar. Sementaraflavonoid danpolifenol sebagai antioksidan.

3. Khasiat Buah Ciplukan

5 Fakta Ciplukan, Buah Liar yang Harganya Mahal Foto: iStock

Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyebut bahwa ciplukan bisa digunakan sebagai pengobatan untuk beberapa penyakit. Seperti bisul, gusi berdarah dan kencing manis.

Biasanya masyarakat memanfaatkan buah ciplukan untuk mengobati bisul, luka, konstipasi hingga masalah pencernaan. Hal tersebut juga telah dibuktikan lewat beberapa penelitian.

Dalam penelitian tersebut menemukan khasiat buah ciplukan juga ampuh untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Khasiat lainnya antara lain menjaga jaringan otot, merawat kepadatan tulang, hingga mencegah infeksi.

4. Populer di Berbagai Negara

Selain Amerika dan Indonesia, buah ciplukan juga dimanfaatkan oleh beberapa negara lainnya. Seperti Taiwan, Peru hingga Afrika Barat.

Di Amerika sendiri tepatnya di lembah Amazon, buah ciplukan biasa diolah menjadi jus. Jus tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai obat penenang, pembersih darah, anti-rematik hingga mengobati sakit telinga.

Sementara di Taiwan memanfaatkan buah mungil ini menjadi racikan obat tradisional. Kemudian digunakan untuk mengobati diabetes, asma, malaria hingga hepatitis.

Begitu pula dengan Peru, mereka juga memanfaatkan sebagai obat penyakit hati. Dan di Afrika Barat biasa digunakan untuk menyembuhkan kanker.

5. Dijual dengan Harga Mahal

Banyak tumbuh liar, tetapi buah ciplukan kini banyak dijual di supermarket. Harga yang ditawarkan pun terbilang malah. Rata-rata dalam 100 gram harganya sekitar Rp 30.000-an.

Bukan hanya di supermarket Indonesia saja, buah ciplukan juga laris di pasaran luar negeri. Bahkan di sana harganya lebih mahal. Per kilogramnya bisa mencapai Rp 250.000 hingga Rp 500.000.

Selain dapat digunakan untuk obat tradisional, buah ciplukan juga biasa dijadikan topping untuk aneka dessert. Mulai dari kue tart hingga es krim.

Sumber:detik.com
Iklan Kelender event 2021 Disbudpar aceh