38 Peselancar Ramaikan Aceh Internasional Surfing Championship

38 Peselancar Ramaikan Aceh Internasional Surfing Championship
Foto: Rio Waida peselancar muda asal Nias melakukan antraksi pada perlombaan Aceh Internasional Surfing ChampionShip, Kamis (26/10/207).(AcehBisnis)

Simeulue - Sebanyak 38 peselancar dari berbagai negara mengikuti even Aceh International Surfing Championship 2017 yang digelar di Pantai Matanurung, Kecamatan Patah Tengah, Kabupaten Simeulue.

Dari 38 peselancar yang ikut meramaikan kegiatan tersebut, sebanyak 20 peselancar lokal asli Simeulue, 5 asal Nias, 4 dari Bali, 3 dari Banda Aceh, satu orang dari Mentawai dan satu peselancar dari Pangandaran, Jawa Barat serta empat berasal dari Negara Australia dan satu dari Jepang.

Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh ini memperebutkan hadiah sebesar Rp 75 juta untuk divisi Internasional putra, dan tambahan bonus sebesar Rp.20 juta untuk juara utama.

Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Ramadhani mengatakan, Aceh International Surfing Championship di gelar selama 3 hari mulai tanggal 26-28 Oktober 2017, dan merupakan pergelaran surfing Internasional yang ketiga kali digelar di Pulau Simeulue sejak 2013.

"Kegiatan ini sebagai upaya untuk mempromosikan pariwisata Aceh, khususnya Pulau Simeulue ke seluruh penjuru dunia,"ujar Ramadhani, di Simeulue, Kamis (26/10/2017).

"Penyelenggaraan Aceh International Surfing Championship ini tidak hanya memperkuat posisi Kabupaten Simeulue sebagai Destinasi Wisata Surfing Unggulan Aceh dengan jenis ombak dan karakater pantai yang sangat didambakan oleh para surfer dunia, tapi juga mengukuhkan Kabupaten Simeulue sebagai Destinasi Wisata Bahari Unggulan nasional,"kata Kepala Disbudpar Aceh, Reza Fahlevi dalam kegiatan tersebut.

Menurut dia, dalam mensukseskan sebuah daerah sebagai Destinasi Wisata Surfing atau bahari tidak hanya mengandalkan keindahan alam dan budaya saja, melainkan ada beberapa komponen penting lainnya yang perlu dipersiapkan, agar daerah tersebut layak menjadi destinasi wisata unggulan yang akan dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara.

"Untuk memajukan sebuah daerah harus ada 3 A yang harus dipersiapkan yaitu Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi sebagai komponen paling penting dalam rangka memajukan daerah tersebut sebagai destinasi wisata unggulan sebuah daerah. Semua komponen tersebut harus dipersiapkan dengan baik dengan pelibatan semua pihak sebagai tuan rumah yang baik dalam rangka memberikan pelayanan maksimal bagi siapapun yang akan berkunjung ke daerah kita,"paparnya.

"Hal ini sangat sesuai dengan visi masyarakat disini Simeulue Ate Fulawan, yaitu masyarakat yang berbudi, ramah dan jujur,"sebutnya.

Dikatakannya, jika ini bisa kita lakukan dengan baik dan bersama, maka Aceh akan semakin mantap dalam memposisikan dirinya sebagai "Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia".

HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh